Keajaiban itu nyata

0 Hukum | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Keajaiban merupakan kenyataan. Inilah kerja alam yang maha misteri. Dan pada umumnya, kisah keajaiban terjadi bukan pada mereka yang hanya mementingkan diri sendiri, tetapi pada mereka yang dengan suka rela berbagi tanpa harapkan imbalan. Berbagi karena memang ingin berbagi. Berbagi karena rasa empati terhadap sesama yang sedang mengalami penderitaan.

Kisah ini sungguh-sungguh terjadi dalam tahun ini ketika pandemi covid berlangsung.

Hukum alam

Hukum dasar alam semesta adalah dualitas. Dan oleh karena itu yang bekerja adalah hukum sebab akibat. Di alam atau dunia yang tidak mengenal dualitas, hukum sebab akibat tidak lagi berlaku. Ini kata mereka yang sudah sampai ke alam sana. Saya sendiri hanya bisa berandai-andai saja.

Setelah teman-teman melihat video di atas, tentu akan menarik hubungan antara berdasarkan sebab akibat. Tetapi yang menarik bagi saya adalah timbulnya rasa empati pada si remaja tersebut. Ia tida lagi memikirkan diri sendiri. Ia amat sangat sadar bahwa uang yang diberikan merupakan hasil tabungan ayahnya yang bekerja siang malam diperuntukkan bagi dirinya untuk sekolah di masa akan datang.

Begitu ia berbagi dengan tanpa memikirkan kepentingan diri sendiri, ia mendapatkan balasan dari alam (mungkin juga doa kolektif dari mereka yang dibantu) melebihi yang bila yang tersebut tetap disimpan untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri. Inilah kebijakan alam dalam memberikan timbal balik.

Kekinian

Dari cerita inspiratif di atas kita juga belajar bahwa di remaja putri tidak mencemaskan masa depannya sendiri. Yang ia amat sadari adalah bahwa SAAT INI orang sekitarnya amat sangat membutuhkan bantuannya. Ia begitu bahagia bisa berbagi sehingga banyak tetangganya bisa bertahan hidup untuk 1-2 bulan dari uang bantuannya.

Kebahagiaan tidak terjadi karena uang yang disimpan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Tetapi terjadi ketika ia bisa membahagiakan sesama yang amat sangat membutuhkan. Inilah penggunaan uang yang tepat. Tidaklah perlu harus menunggu keajaiban bagi kita. Hal tersebut bisa kita ciptakan sendiri.

Keajaiban terbesar adalah bila kita bisa berbagi sesuatu tanpa mengherankan imbalan. Ini hanya bisa terjadi bila kita kikis terus menerus. Responsif kepekaan bisa terjadi bila tidak adanya keinginan untuk harapkan imbalan. Dan alam akan membalasnya berkali lipat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 5 =

Scroll Up