Kekosongan hanya bisa digapai di dunia……

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Pengembangan Diri No Comments

Semakin merenungkan semakin asyik. Saya tidak perduli jika para pembaca berkata; si marhento koq ‘kepo’ banget selalu merenung dan menuliskan tentang kekosongan. Hanya dalam kekosongan ada yang disebut kesimbangan. Seimbang berarti tidak tergoyahkan. Antara aksi dan reaksi dalam kekuatan yang sama, baru terjadi kesimbangan.

Banyak orang mengatakan bahwa hidup dunia dan akherat harus seimbang!!! Omong kosong. Siapa kita bisa mengatakan seimbang. hanya bualan orang yang bingung. Apa ukurannya seimbang? Bagaimana kita menimbang? Jika beras satu kilogram dan besik satu kilagram ditimbang , memang bisa seimbang. Tetapi, bagaimana kita bisa menimbang antara dunia dan akherat?

Kekosongan

Apa yang dimaksudkan dengan kosong. Kosong berarti tidak ada apa-apa. Ini pengertian kita. Adakah yang dikatakan kosong di dunia ini? Kita ambil botol, kemudian kita tidak isi sesuatupun. Kosong???!!!! Siapa bilang!!! dalam botol ada udara. Betul kosong dari benda padat… So, kita mengatakan kosong bila dan bila kita tidak mengisi dengan suatu benda yang kita maksudkan.

Terkait dengan kosong, banyak para ahli meditasi mengatakan atau memberikan instruksi agar mengosongkan pikiran. Konyol bukan???!!!! Bagaimana mungkin mengosongkan pikiran? Banyak fakta membuktikan bahwa setiap pandangan, pendengaran serta rasa pada kulit akan tersimpan secara otomatis ke dalam memori kita. Tidak ada seorangpun bisa mencegahnya. Ini sifat alam. Ketentuan alami atau bisa dikatakan hukum alam. Mind kita tidak bisa dikosongkan. Tetapi bisa dialihkan pada sesuatu yang memuliakan. Suatu yang mulia tujuan kelahiran manusia.

Kemuliaan bisa dicapai bila dan bila kita bisa mengalihkan dari pemikiran hal duniawi ke Ilahi. mungkin ada yang membantah: Ilahi???!!! Bukankah itu juga benda? Bukan!!!! Itu sifat. Dan sifat bukanlah benda. Mind masih bisa dikatakan materi. Materi yang sangat halus bahkan nyaris tidak dikenal. Oleh karenanya disebut ‘dark matter‘ namun yang disebut sebagai Sang Maha Jiwa atau Ilahi benar-benar misteri. Ia meliputi segala sesuatu. Dia ada di segala tempat. Dia tidak terpisah dengan ciptaan Nya. Inilah yang dimaknai sebagai kekosongan….

Dicapai saat hidup di dunia

Ya, keadaan kekosongan hanya bisa dicapai hanya saat hidup. Banyak orang mengatakan bahwa setelah tubuh mati, kita masuk ke alam kekosongan. Saya tidak setuju. Ini pendapat saya pribadi. Jika ada pembaca yang punya pendapat lain, itu juga hak anda. Bukankah setiap orang bisa menyatakan pendapatnya? Tidak ada yang tahu bagaimana alam setelah kematian. Semuanya bergantung bagaimana saat hidup.

Bagi saya, alam kematian tubuh hanya lanjutan dari kedidupan. Bagaimana mungkin???

Mari kita renungkan….

Bukankah kita sudah berulang kali mati? Setiap 5-7 tahun setiap sel dari tubuh kita mati dan tumbuh lagi. Sehingga, tubuh kita 10 tahun yang lalu bukanlah tubuh yang sama dengan tubuh kita saat ini. Jadi, singkat kata: :Jika kita melihat photo kita 10 tahun yang lalu, itu hanya mayat. Yang masih eksis terus adalah pikiran serta perasaan. Inilah yang disebut sebagai mind.

Menyimak dari pengalaman ini, tubuh kita mati total, tetapi mind kita akan tetap eksis. Jadi, apa yang kita pikirkan akhir hayat, itu pula yang akan dipikirkan setelah tubuh mati. Mind akan tetap bekerja serta aktif secara pasif. Aktif dalam arti tetap hidup. Pasif karena ketiadaan dari hardware, otak kita. Mind sebagai software bisa terus melanjutkan yang dipikirkan saat tarikan nafaas terakhir, tetapi tidak bisa beralih ke hal lainnya. Tidak bisa bertransformasi.

Di sinilah kecelakaannya jika hardware atau batang otak sudah tidak ada. Namun ketika batang otak ada, si software memiliki alat untuk mengolah data. Dengan adanya batang otak atau hardware, mind bisa melakukan transformasi. Dari intelektual menjadi intelejensia. dari memikirkan segala sesuatu tentang kenyamanan indrawi menjadi pola pikiran yang bermanfaat bagi sesama makhluk hidup atau orang banyak.

Ini hanya pendapat saya:

Kita bisa menggapai kekosongan jika tidak memikirkan hal keduniawian. tubuh bisa di dunia, pikiran dialihkan pada kesadaran Jiwa. Karena kita harus terus menyadar-sadarkan diri bahwa Diri Sejati bukanlah tubuh, pikiran serta perasaan. Saat bisa berada dalam kondisi pemikiran ini, kita dalam keseimbangan. Inilah kegunaan otak sebagai hardware.

Betapa berkah hidup saat ini. Tanpa hardware, otak, kita tidak bisa merasakan kekosongan…..

Ah… diatas adalah catatan orang bingung dan galau…….

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × two =

Scroll Up