Kekuatan Hyang Ilahi

0 Filsafat | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Kekuatan Hyang Ilahi

Tidak ada kekuatan yang lebih hebat daripada Kekuatan Hyang Ilahi -ini adalah anjuran yang jelas untuk senantiasa berlindung pada Hyang Ilahi, pada kekuatan-Nya, Hayang Maha Daya (Dvipantara Yoga Sastra by Anand Krishna, www.booksindonesia.com).

Mungkin banyak dari kita yang memberikan arti yang harfiah. Dengan kata lain ada suatu kekuatan yang maha dahsyat bisa  menghancurkan alam ini. Tetapi mungkinkah Dia yang menciptakan alam ini akan menghancurkan ciptaan Nya sendiri. Bahkan sejatinya alam beserta isinya berasal dari Dia. Tak pelak lagi, materi atau bahan dasarnya sama. Kita seringkali menganggap bahwa keburukan akan dihancurkan oleh Nya.

Dualitas

Mind atau gugusan pikiran serta perasaan kita lah yang menciptakan dualitas. Inipun disebabkan pikiran atau mind kita yang belum terasah atau dimurnikan. Ketika pikiran/mind bisa dimurnikan akan bertranformasi menjadi buddhi atau intelijensia.

Kita masih belum beranjak dari intelektual; segala sesuatu yang dilaniassi oleh ego. Dalam buku Dvipantara Yoga Sastra by Anand Krishna, dituliskan tentang Ego:

Ego adalah identitas palsu yang dijahit dengan benang conditioning sosial. Mungkin saja conditioning tersebut ada gunanya, tetapi conditioning tersebut, prestasi tersebut, penghargaan, penghormatan, demikian pula penghinaan – bukanlah identitas sejati kita.

Selama kita salah mengidentifikasi sebagai ego, maka kita akan terjebaq terus dalam kebingungan. Kita burada di alam ilusi atau alam maya ciptaan pikiran kita sendiri juga.

Lampaui Mind 

Inilah cara menggunakan Kekuatan Hyang Ilahi. Ya, hanya dengan mengandalkan Kekuatan Hyang Ilahi dalam berada dalam diri kita bisa melampaui mind. Di alam mind, kita berada di alam penderitaan. Kita harus mengakhiri alam penderitaan ini dengan cara ini.

Pikiran kita

Kita tidak bisa mengakhiri penderitaan dengan mengubah orang lain. Ketika kita mengharapkan kedamaian di luar diri kita, kita akan selalu menemui jalan buntu. Bukankah para avatar atau nabi pun tidak memaksakan jalan yang ditempuhnya? Mereka hanya berbagi pengetahuan sejati untuk membebaskan kita dari alam penderitaan.

Inilah perjalanan suci. Kebanyakan dari kita masih berda di alam pemahaman umum tentang perjalanan suci. Kita merupakan bahwa segala di alam yang kita kenal memiliki bahan baku sama. Kembali lagi baik dan buruk karena tidak sesuai dengan keinginan kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three + seventeen =

Scroll Up