Kenal Tuhan, tahu segalanya

0 Filsafat | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Kenal Tuhan

Sesungguhnya kita tidak kenal Tuhan. Bila kita mengenal Tuhan, maka dapat dipastikan rasa syukur dan bahagia selalu ada dalam diri. Selama ini kita menderita karena merasa Tuhan jauh di atas atau bahkan sering kita memperalat namaNya untuk memuja nafsu angkara murka kita.

Kenal Tuhan berarti merasakan kehadiran Tuhan di sekitar kita. Sejatinya Dia yang maha abadi. Pengenalan Tuhan selama ini hanya berdasarkan info dari buku, cerita atau dongeng teman. Padahal teman yang bercerita ataupun memberikan info itu pun sesungguhnya juga belum kenal Tuhan.

Sifat Mulia

Kenal Tuhan juga berarti melakoni sifat mulia yang dimilikiNya. Dengan kata lain sesungguhnya bagi yang kenal Tuhan juga melayani milikNya. Segala sesuatu yang disediakan oleh alam aaaah perwujudanNya. Atau menjadi Tuhan itu sendiri memiliki arti kenal Tuhan.

Menjadi Manusia berarti mengenal Tuhan sebagai satu kesatpan yang tak terpisahkan dalam kehidupan kita. Ini arti kata manusia. Ya, mengenal Tuhan berarti kenal diri sendiri. Kenali diri sendiri, maka kita akan tahu segalanya.

Tahu segalanya

Pada umumnya mereka memaknai tahu segalanya berarti tahu tentang ini dan itu. Padahal lika kita mau merenungkan lebih dalam yang dimaksud dengan tahu segalanya amatlah sederhana; segala sesuatu bersifat maya atau ilusi. Dan bumi ini pun memiliki sıfat dasar, yaitu perubahan.

Kita semua selalu menganggap bahwa benda yang kita sentuh dengan mata, perasaan bisa membahagiakan kita. Tanpa sadar bahwa kita belum kenal Tuhan. Tuhan berarti abadi. Kenali Tuhan sebagai perwujudan yang abadi. Lantas, ‘Apakah yang abadi?’

Yang Abadi

Yang abadi atau tidak pernah berakhir adalah perubahan itu sendiri. Inilah sifat alam. Senantiasa berubah. Di balik yang senantiasa berubah ada yang bahan dasar yang menjadi bahan baku materi. So, itulah perwujudanNya.

Ya, dengan mengenal tentang Badan, Ruh dan Jiwa, maka kita tahu segalanya. Mengenal Tuhan berarti memahami dan melakoni pengetahuan tentang ketiga hal ini. Jangan sekadar secara filosofi, tetapi menjadi laku dalam kehidupan sehari-hari.

Tanpa kita sadar sesunguhnya semakin banyak pengetahuan tetapi tidak diimplentasikan dalam kehidupan nyata, kita semakin jauh dari Tuhan yang ingin kita kenal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − 5 =

Scroll Up