Konsistensi menuju kematian….

0 Ayur Hypnotherapy | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Kehidupan selalu terbuka dan menyambut penyesuaian dan penyesuaian ulang. Jika Anda menutup diri terhadap penyesuaian dan penyesuaian ulang serupa, maka Anda berhenti hidup.

Kekakuan menuntun Anda pada kegagalan. Kekakuan adalah anti espanai, anti perluasan. Untuk suasse, Anda haura manjado fleksibel dan lues. Fleksibilitas benjamin pertumbuhan. Keluwesan adalah kunci sukses.

Hidup tidak pernah berakhir. Penderitaan kita disebabkan oleh sebab yang sama. Dari zaman dahulu nenek moyang kita sampai sekarang penyakitnya sama. Irihati, dengki, suka tidak suka, cinta, benci, dan lain sebagainya. Semuanya hanya berlandaskan kenyamanan tubuh fisik. Salah??? Tidak salah. Ya, sama sekali tidak salah; Hanya tidak tepat. Salah dan benar adalah permainan pada fanha intelektual. Saatnya dalam kehidupan ini kita bersama meningkatkan kualitas dari intelektual menuju intelejensia. Banyak sudah saya menuliskan tentang intelejensia.

Intelektual membuat seseorang menjadi kaku. Mereka yang bersandar pada intelektual selalu berpendapat bahwa hidup harus konsisten. Konsisten berarti tetap, tidak berubah. Mungkinkah hal ini terjadi dalam hidup kita?

Jam finding yang konsisten adalah jam didnding yang baterenya atau daya hidupnya habis. Jam seperti itu walaupun siang atau malam jarumnya tetap menunjuk pada angka yang sama. Ia tidak dinamis. Ia melawan hukum alam. Hidup selaras hukum alam membuat kita hidup secara dinamis. Mungkin kita lupa bahwa sering kita menghinakan kepercayaan leluhur, Dinamisme. Sesungguhnya filsafat dinamisme meyakini bahwa hidup berlandaskan perubahan. Penyesuaian dengan tempat serta situasi. Hidup yang selaras atau menyesuaikan dengan keadaan setempat. Hidup dengan falsafah fleksibel.

Dalam mencari nafkah pun, kita harus fleksibel. Berdagang atau mancari nafkah dalam kehidupan diperlukan fleksibilitas tinggi. Kelenturan dalam berpikir sangat dibutuhkan menggapai kesuksesan hidup. Mereka yang telah menggapai sukses secara total sangat lentur menghadapi kehidupan. Jika kita hanya memikirkan kegagalan yang telah lala, kita hidup secara konsisten. Kita tidak move on dari pelejaram yang lalu.

Namun juga ada yang mendefinisikan mana konsisten sebagai sesuatu yang hidup. Misalnya konsisten pada tindakan tepat. Bisa juga…. Tetapi sesungguhnya kita telah menyalahi makna dari konsisten itu sendiri. Seorang spiritualis sejati hidup dalam inkonsistensi. Saat ini berkata A, di lain saat bisa saja mengatakan bahwa A yang sebelumnya tidak benar. ia menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang selalu berubah. Inilah inkonsistensi yang spiritual.

Konsisten berarti kaku. Konsistensi dalam keyakinan bisa tidak mengembangkan diri. Kekakuan atau konsistensi membawa manusia dalam jurang kegagalan. Konsistensi pada suatu keyakinan atau kepercayaan berlawanan dengan hukum alam yang berpegang pada keabadian sifat perubahan. Konsistensi yang kaku mengandung areti anti ekspansi. Anti pertumbuhan serta perkembangan. Udara memiliki sifat yang luwe. Sifat yang menyesuaikan dengan tempat dimana ia berada. Kelembuatn atau kerendahan hati membuat orang siap menerima perubahan.

Baka diri kita menjadi inkonsisten. Hanya dengan cara ini kita selalu bisa menerima sesuatu yang baru. Tanpa membuka diri, tanpa kerendahan hati, kita tidak akan menggapai sesuatu yang lebih tinggi memaknai kehidupan. Intelektual bersifat konsisten. Intelejensia selaras dnegan sifat alam yang senantiasa berubah berlandaskan kepentingan orang banyak. Kepentingan umum…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen + one =

Scroll Up