Mantra……

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Inspirasi | Pengembangan Diri No Comments

Mantra

Mantra merupakan singkatan dari dua kata, manas dan yantra. Manas berarti pikiran, sedangkan yantra berarti alat. Alat untuk mengendalikan Gugusan Pikiran dan Perasaan supaya tidak berkeliaran tanpa kendali ke segala penjuru, ke mana-mana ( Soul Awareness by Anand Krishna, www.booksindonesia.com ).

Banyak orang salah Memberikan makna serta tujuan dari mantra. Di sininilah perbedaan antara pemahaman umum dan pengertian kebijakan peradaban Sindhu, peradaban leluhur kita. Kita tidak mengimpor kebudayaan asing. Tujuan penciptaan mantra atau tool ini adalah untuk mengalihkan perhatian agar pikiran kita sebagai sumber masalah.

Dalam pengertian umum, mantra dijadikan alat untuk menguatkan pikiran, menguatkan ego untuk meraih kenyamanan indrawi.

Memutuskan Rantai

Ya, pangkal masalah yang terjadi adalah ketika mata atau telinga kita sebagai meneruskan informasi ke otak. Sebelum hubungan antara indra persepsi tercipta, jalur atau rantai hubungan ini kita putuskan denna mengalihkan perhatian dengan mantra. Silakan baca secara lengkap pada buku Soul Awareness.

Informasi dari indra persepsi ke otak, kemudian diolah oleh perasaan. Rasa suka tidak suka bukan berasal dari otak, terapii hasil pengolahan pikiran mengakibatkan emosi bergejolak. Dengan demikian, para bijak dari peradaban Timur telah berhasil memutuskan mata randai penyebab kekacauan.

Dunia Pikiran

Pada kenyataannya, setiap orang hidup dalam dunia pikiran kita sendiri. Dunia pikiran telah menciptakan persepsinya sendiri. Sebagai contoh. Ada seseorang yang bekerja sebagai pemotong rambut artis. Kadang oleh si artis, tucano potong rambut tersebut diajak minum kopi di cafe atau hotel berbintang dengan harga kopi yang mahal.

Suatu ketika, si pemotong rambut sudah tidak lagi berhubungan dengan artis. Karena sudah menadi kebiasaan, ia menciptakan dalam pikirannya sendiri bahwa gaya hidup minut kopi di cafe dan hotel berbintang sebagai pola hidup. Maka dengan gaji atau penghasilan yang ia miliki, ia meneruskan life style nya. Bisa diduga sediri……….. ya bangkrut……..

Sejatinya, tidak seorang pun yang memandang dirinya sebagai bagian dari artis degna cara minum kopi di tempat-tempat berkelas. Hanya karena persepsi pikiran ciptaannya sendiri ia membangun image atau branded selebritis pada dirinya. Inilah dunia pikiran kita sendiri.

Bila hal ini terjadi pada seorang pegawai yang memiliki peluang untuk memperkaya diri, maka yang terjadi adalah mendorong terciptanya keserkahan diri.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × four =

Scroll Up