Masa depan bahagia

0 Filsafat | Inspirasi | Kesaksian | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Masa Depan

Masa depan sebagaimana yang diharapakan oleh banyak orang agar hidup bahagia. Tetapi kadang kita tidak memahami proses, yang diharakan hasil instan seperti iklan mie dan kopi; instant. Namun benarkah iklan tersebut?

Kita katakan instant, tetapi sebenarnya juga tidak benar-benar instant, tetap juga kita harus menyeduh atau memasak walaupun lebih sederhana. Demikian juga dengan masa depan, bila saat menjaqlani prosesnya tidak bahagaia, tetap juga harapannya tidak tercapai.

Masa kini

Ya, masa kini mesti bahagia bila harapkan masa depan bahagia. Bukankah saat ini pun kita sedang menjalani hasil dari masa lalu kita yang saat ini juga harapkan masa depan lebi baik? Kita lupa bahwa saat ini merupakan hasil atau akibat dari masa lalu dan pada saat sama, kita juga sedan menabung atau membuat proses untuk dapatkan deposito akan datang?

Sehingga yang kita sebut sebagai masa kini adalah menikmati hasil dari masa lalu sekaligus proses menabung untuk masa akan datang. Ya, saat ini kita sedan bernapas adalah benar-benar saat INI. Karena seseorang mengatakan masa kini terhadap diri kita, saat kita menerima kata tersebut sesungguhnya tidak lagi masa kini. Karena pastilah ada jeda,  walaupun sepersekian detik.

Dengan demikian, saat inilah masa depan harapan kita, bahagia atau tidak.

Masa lalu adalah hanya ada dalam pikiran kita, realitanya? Sama sekali tidak ada. Mungkin ada yang berkata, saat saya beli mobil ini baik dan bagus kemarin. Bukan kah ini juga persepsi pikiran kita sendiri. Bagus atau tidak juga relatif. Mungkin ketika saya mengatakan barang ini jelek karena kusam, tetapi ada orang lain mengatakan masih baik dan bagus. Karena memori setiap orang tidak sama sehingga tolak umumnya juga beda.

Bebaskan diri

Tidak seorang pun yang bisa membebaskan diri kecuali dirinya sendiri.

Kutipan di atas memebuat saya sadar yang membuat seseorang bahagia adalah SENI ILAHI. Dengan melakoni Kehidupan dalam irama SENI ILAHI, kita bisa jadi bahagia. Yes,  bahagia merupakan hasil karya seni-Nya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four + seventeen =

Scroll Up