Meditator: Ekonom sejati

0 Filsafat | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Ekonom Sejati

Ekonom Sejati memahami bagaimana memanfaatkan sesuatu secara efisien untuk menghasilkan atau mendapatkan yang  dibutuhkan semaksimal mungkin. Yang dibutuhkan bukanlah yang diinginkan. Ingat yang disampaikan oleh Mahatma Gandhi?

‘Dunia ini bisa memenuhi kebutuhan semua orang, tetapi tidak akan bisa memenuhi keserakahan satu orang’

Keserakahan berawal dari keinginan. Keinginan manusia tidak akan habis, karena keinginan berasal dari niat untuk memenuhi nafsu atau kenyamanan indrawi. Dan sudah banyak bukti bahwa banyak orang terjebak oleh nafsu keinginannya sendiri, yang pada akhirnya membuatnya menderita. Seorang Ekonom Sejati tidak terjebak oleh nafsu kebendaan.

Tujuan Kehidupan

Meditator memahami tujuan kehidupan dari keberadaannya di dunia. Mereka sadar bahwa keberadaannya di bumi untuk menyelesaikan beban kehidupan masa lalu. Oleh karenanya, mereka bisa hidup dengan sikap positif. Bukan Pikiran positip. Dengan pemahaman ini, mereka akan menjaga kesehatannya agar tujuan kehidupan bisa tercapai; kebebasan sejati.

Kesehatan adalah modal dasar untuk mencapai tujuan kehidupan. Tanpa tubuh dan Pikiran sehat, mereka Sadar bahwa perjalanan untuk menuju Kebebasan Sejati/Moksha akan terhambat. Mereka sadar bahwa pikiran yang dibawanya dari masa lalu. Dengan tubuh sehat dengan sendirinya pikiran sehat. Tubuh sehat bagaikan kondisi kendaraan yang prima. Sang supir atau sang jiwa individu sebagai pengendara akan bisa mengendarai mobil sampai tujuan dengan selamat. Pikiran sangat terkait erat dengan tubuh. Ada yang mengatakan bahwa organ dalam tubuh atau pencernaan sebagai otak ke dua.

Makanan sehat

Yang dikatakan sebagai makanan sehat adalah jenis makanan yang bisa menunjang evolusi Perjalanan sang Jiwa individu menuju penyatuan kepada Sang Maha Jiwa. Tentu jenis makanan yang tidak memicu nafsu indrawi. Karena bila sifat ini yang berkembang, dapat dipastikan akan melenceng dari tubuna kelahirannya di bumi ini. Hanya ketika jadi manusia, ia bisa mengembangkan diri secara utuh.

Makanan sebagai Bahan bakar bagi kendaraan tubuh. Dengan makanan sehat, Pikiran menjadi jernih. Dengan Pikiran jernih, ia bisa melaksanakan tugasnya sebagai pemelihara alam. Bila bukan manusia yang memelihara alam ini, kepada siapa kita bergantung?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve − 8 =

Scroll Up