Melakoni Kepercayaan…….

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Melakoni Kepercayaan

Melakoni kepercayaan berarti menjalani yang dipercayainya. Bukan sekedar percaya. Seseorang yang benar-benar percaya tentu menjalani atau melakoni kepercayaan nya. Beriman berarti mempercayai dengan sungguh bahwa yang diyakini atau dipercayainya membuahkan kebajikan dalam dirinya.

Banyak orang mengatakan beragama tetapi bisa tidak beriman. Beriman berarti mempercayai dengan sungguh. Untuk beragama, beragama berarti memiliki agama, bisa tidak beriman, namun untuk melakoni agama dibutuhkan iman pada diri orang tersebut.

Agama

Untuk melakoni kepercayaan atau agama, tumbuhkembangnya iman amat sangat dibutuhkan. Dalam salah satu buku dituliskan::

Kita bisa beragama tanpa beriman, namun untuk melakoni agama, kita harus beriman.

Setiap orang bisa mengaku beragama. Ini bisa dibuktikan dengan katepe. Iman tidak dibutuhkan, namun untuk melakoni agama, seseorang harus beriman atau berkeyakinan. Keyakinan atau kepercayaan bahwa agama yang dimilikinya adalah agama yang bisa menebarkan kedamaian. Dan untuk menebarkan kedamaian, seseorang harus sudah berdamai dengan diri sendiri. Hanya jika kita sudah memilikinya, maka kita bisa menebarkan.

Kebanyakan orang mengaku beragama, sangat mudah; Tinggal dicantumkan dalam ketepe, kemudian bisa dengan arogan menyatakan bahwa dirinya beragama. Bisa juga dibuktikan dengan ritual di tempat yang ditentukan oleh kepercayaannya. gerakan fisik ini dengan mudah ditunjukkan. Namun sesungguhnya antara yang diperbuat dan pesan keperyaannya tidak sejalan. Bahkan bertolak belakang. Inilah yang disebut dengan…..

Kemunafikan

Kita bisa berlindung atau menutupi diri dengan jubah kemunafikan. Mengatakan memiliki agama, namun berperilaku tidak melakoni sesuatu yang diyakini baik. Kita bisa melihat di sekitar kita. Banyak yang mengaku beragama, namun ‘Apakah yang ditebarkan?’ Karena itu pula yang dimilikinya. Bila di dalam kanton tidak ada uang, bagaimana mungkin kita berbelanja?

Melakoni agama butuh iman. Butuh keyakinan atau kepercayaan bahwa yang dijalani atau dilakoni benar-benar membuahkan kebajikan. Bukan sekedar beritual ria. Kita semua mempercayai bahwa agama diwariskan oleh mereka yang menebar kebajikan. Agama diturunkan oleh mereka yang sudah memiliki kedamaian dalam diri. Sehingga yang ditebarkan juga perbuatan yang mendamaikan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty + 16 =

Scroll Up