Melampaui pemahaman, itulah keheningan sejati

0 Filsafat | Inspirasi | Kesehatan | Meditasi No Comments

Melampaui Pemahaman

Melampaui pemahaman berarti tidak lagi perlu dipahami. Ya, karena yang selama ini kita sebut pemahaman dapat dipastikan menggunakan pikiran/mind. Sedangkan keadaan keheningan sejati tidak bisa lagi menggunakan pikiran. Pikiran atak mind harus dilampaui. Pikiran tidak bisa dihilangkan atau dikosongkan tetapi bisa dilampaui.

Dalam buku Dvīpantāra Dharma Śāstra by Anand Krishna pada bagian ke tiga, Sevaka Dharma dituliskan:

Itulah Keadaan Kemutlakan, Pemusnahan Mutlak (dari segala identitas pals berdasarkan lapisan Kesadaran fisik, mental, emosional, intelektual dan lapisan-lapisan lainnya) – keadaan Acintia atau Acintya – Melampaui Segala Pemahaman. Inilah Keadaan Keheningan Sejati, Kasunyatan yang Melampaui Segala Pendengaran. Inilah Keadaan yang Melampaui Wastu, Vastu, atau Materi Benda dan Kebendaan (-inilah Kesadaran Murni)

 Kosongkan Pikiran?

Sudah banyak orang menggunakan istilah ‘kosongkan pikiran’ ketika melakukan duduk diam atau banyak orang memahami ini sebagai meditasi. Duduk diam sambil memperhatikan keluar masuknya napas adalah latihan persiapan untuk melampaui pikiran. Bukan dikosongkan tetapi dilampaui. Artinya ketika kita sedang melakukan pekerjaan memperhatikan napas, kita sebagai saksi atau pengamat pikiran.

Pikiran tidak bisa dikosongkan. Bahkan ketika kita sudah mati pun pikiran tetap eksis. Inilah roh. Berupaya melampaui pikiran berarti berupaya melatih dalam keadaan melampaui pemahaman untuk masuk dalam keheningan sejati. Tidak mudah memang, tetapi suka tidak suka mau tidak mau bagi pejalan spiritual ini harus ditempuh. Hanya ketika Kita Bisa melampaui pemahaman atau pikiran, kita bisa menggapai kebahagiaan sejati.

Selama Jiwa Indvidu masih dikendalikan atau boleh dikatakan mengindetifikasikan diri sebagai pikiran dan perasan atau bahkan badan. Inilah penderitaan. So, agar kita bisa menggapai kebahagiaan sejati pikiran harus dilampaui.

Bekerja Tanpa Pamrih

Inilah yang mesti dijalani atau dilakoni sepanjang hidup agar bisa melampaui pikiran. Berpikir, berucap dan berbuat bukan untuk kepentingan sendiri atau golongan.

Kepentingan sendiri merupakan pemanjaan nafsu atau pengumbaran kenyamanan indrawi. Kembali, kita belum bisa melampaui pemahaman atau pikiran. Sejatinya ketika kita memikirkakn hal yang bermanfaat bagi kepentingan banyak orang secara tidak langsung kita akan menjadi sehat. Pikiran jernih akan membawa perasaan jadi bahagia.

Kita mesti melihat video di bawah ini untuk memahami maknanya:

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − 7 =

Scroll Up