Membatunya Kelenjar Pineal

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Kelenjar Pineal

“Mengerasnya kelenjar pineal membuat

manusia menjadi sangat materialis.

Ia kehilangan kontak dengan dirinya.

Ia mempercayai segala sesuatu di luar diri.

Ia menjadi subhuman,bukan manusia normal lagi.

Apalagi ketika pineal mulai membatu!”

 

Mengeras hingga membatunya kelenjar pineal sudah menjadi fenomena yang amat sangat umum. Remaja yang baru berusia belasan tahun sudah mengalami pengerasan kelenjarnya. Bahkan, anak-anak kecil……..

Apa sebabnya?

Sahabat kita menjelaskan: “Karena, kita…….

“Kurang Memutar Otak. Televisi adalah berita terburuk bagi kelenjar pineal.Gambar-gambar yang bergerak terus Bersama dengan berbagai informasi yang membombardir otak manusia sepanjang hari menjadi alas an utama membatunya kelenjar pineal.

“Persis seperti badan kita, otak pun membutuhkan olahraga, sebut saja olahotak. Itu terjadi ketika kita membaca buku. Otak kita berjalan, berputar. Kadang kita berhenti membaca sebentar memberi kesempatan kepada otak untuk mencerna yang sudah dibaca, kemudian membaca lagi. Ini sehat.

 “Tidak demikian dengan ‘tontonan televisi’. Otak tidak diberi kesempatan untuk berputar, bekerja. Gambar-gambar yang bergerak dan berganti dengan cepat membombardirnya terus menerus. Ia tidak diberi waktu untuk mencerna sesuatu.

“Seperti yang Pak Krishna tulis dalam salah satu buku terbaru tentang Hypnotherapy (yang dimaksud adalah Neo Spiritual Hypnotherapy oleh penulis yang sama, diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama) – kita sedang dihipnosis oleh televisi, media yang tidak bertanggung jawab, dan dunia periklanan. Semua itu menyebabkan timbunan calciumdi dalam kelenjar pineal dan menurunkan fungsinya.

 “Kelenjar Pineal yang Membatu,“ menurut sahabat kita, “adalah sangat berbahaya.” Jika mengurutkan setiap “butir bahaya” yang Beliau jelaskan, maka Anda akan mengalami depresi berat , dan tentu bukan itu yang menjadi tujuan kita.

Kita tidak sedang mencari sensasi. Kita sedang mencari solusi. Untuk itu, kiranya beberapa butir penjelasan di bawah ini sudah cukup untuk meyakinkan Anda bahwa pencegahan terhadap membatinya kelenjar pineal mesti dilakukan sejak saat ini, detik ini juga!

Akibat pengerasan Kelenjar Pineal

Sulit Mengambil Keputusan: Seorang yang selalu bimbang dan tidak yakin pada dirinya adalah korban kelenjar pineal yang sudah membatu. Dalam keadaan ini, seorang pemimpin perusahaan bias mencelakakan perusahaannya dan membingungkan setiap orang yang bekerja di bawahnya.

 Kehilangan Arah dalam Hidup: Seperti layangan yang putus. Inilah keadaan kelenjar pineal yang sudah membatu, walau belum terlampau keras. Dalam keadaan ini, seseorang tidak mampu melawan arus, ia akan selalu mengikuti arus.

Kehilangan Integritas Diri: Ketika kelenjar pineallebih mengeras lagi, maka integritas diri dan nilai kejujuan menjadi korbannya. Dalam keadaan ini, janganlah mengharapkannya loyalitas dari yang bersangkutan.

Demikian, semakin kelenjar pinealmengeras, semakin celaka yang bersangkutan. Alhirnya, ia pun menjadi korban dari kelemahan dirinya sendiri. Tapi, setelah menelan banyak korban!

Kiranya sudah cukup kita membahas segala macam persoalan yang disebabkan oleh mengeras dan membatunya kelenjar pineal. Solusinya…..

Solusi

“Solusi Utama,”sahabat kita mengulanginya lagi, “adalah meditasi. The Right Meditation, seperti yang pernah dikatakan oleh Buddha. Selain itu, olahraga secara teratur. Tidak perlu terlalu lama atau membuat diri kita Lelah. Asal badan sudah menjadi berkeringat sedikit saja, cukup. Lebih baik seperti itu setiap hari atau 3-4 kali seminggu, daripada latihan dinamis di mana seluruh badan basah kuyup, tetapi hanya sekali setiap minggu.

 “Kelenjar pineal, dan demikian juga seluruh tubuh manusia, membutuhkan sinar matahari pagi. Berjalan agak cepat selama 20-30 menit setiap pagi memberi manfaat ganda: manfaat olahraga sekaligus manfaat sinar matahari.

 “Kemudian, tentunya makanan. Bukan sekadarvegetarian, tetapi juga moderasi. Tidak terlalu banyak, tidak terlalu sedikit. Makan secukupnya.

 “Sebetulnya apa yang Pak Krishna jelaskan dalam pola hidup Yoga dan Ayurveda itulah solusinya. Jadi, Yoga sebagai pola hidup, bukan sebagai latihan fisik dan pernapasan saja. Dengan cara itu, kelenjar pineal yang sudah membatu pun bisa melemah kembali.”

Manfaat pelunakan Kelenjar Pineal

Kelenjar Pineal yang lunak dan Elastis merupakan tool utama untuk mengakses dan mendengarkan suara Pangeran. Sebab itu, kelunakan dan elastisitasnya mesti selalu dijaga.

Dengan kelenjar pineal yang lunak dan elastis – demikianlah alaminya – kita baru bisa “memahami” Bulleh Shah, Mirabai, dan para mistik lainnya. Sebelumnya, kita hanya berkenalan dengan mereka, jadi belum “mengenal betul:.

Mereka yang berkelenjar pineal keras, apalagi yang sudah seperti batu, tidak bisa memahami dan mengenal Bulleh Shah atau Mirabai. Itulah sebabnya para mistik selalu dimusuhi orang-orang berkelenjar pinealkeras dan membatu. Barangkali Anda bertanya: apa gunanya berkenalan dengan para Bulleh Shah dan Mirabai, jika kelenjar pinealsudah terlanjur mengeras?

Jawabannya, dua-duanya mesti berjalan parallel: berkenalan sambal pengupayakan pelunakan kelenjar pineal. Namun, jawaban ini hanya ditujuakn kepada Anda yang sedang membaca buku ini sudah memiliki:

Niat Kuat untuk Membangkitkan Jiwa Mistik. Jika belum memiliki niat seperti itu, maka berkenalan dengan para Bulleh Shah dan Mirabai tidak berguna sama sekali. Anda sudah pasti menyalahpamahi mereka.

Tetapi, jika sudah memiliki niat yang kuat dan semangat yang membara, maka pertemuan dengan seorang Bulleh Shah atau seorang Mirabai mesti menjadi prioritas utama.

Sahabat kita menjelaskan alasannya: “Saat pineal mulai melunak dan mengeluarkan DMT, kita mesti dalam keadaan siap untuk menerima dan memanfaatkannya.

 “Saya pernah membaca dalam suatu kitab suci bahwa Sang Kekasih datang tiba-tiba dalam kegelapan malam, di tengah malam yang gelap gulita. Saat itu, jika dalam keadaan tidur dan pintu rumah-hati terkunci, Dia akan melewati kita. Kadang, Ia mengetuk rumah kita, pintu hati kita tidak mendengar ketukan-Nya.”

Catatan: Dari Buku Kearifan Mistisisme by Anand Krishna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − 17 =

Scroll Up