Membunuh pengembangan Diri

0 Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Pengembangan Diri

Tanpa sadar dalam kehidupan ini kita sedang mematikan atau membunuh pengembangan Diri. Sesungguhnya dengan makan hewan, kita sedang mematikan pertumbuhan pengembangan Diri kita. Jangan mencari kesalahan pada orang lain ketika Diri kita mati.

Hewan telah memiliki roh, pikiran dan perasaan. Hanya saat sang jiwa bertubuh terjadi evolusi atau pengembangan. Sang Jiwa dalam permainannya terjebak oleh mind, walaupun sejatinya yang menghidupi juga sang jiwa itu sendiri. Sang Jiwa individu bagaikan percikan air laut.

Efek makan daging

Perbedaan hewan dan tumbuhan. Hewan dilahirkan sedangkan tumbuhan tidak. Ia tumbuh dan tidak lahir. Tumbuhan tidak memiliki wajah serta organ tubuh. Ketika hewan lahir, ia memiliki perasaan. Dan tampaknya yang telah memiliki wajah juga memiliki roh yang sudah berkembang.

Dan bila kita membunuh makhluk yang roh sudah berkembang, maka segala sifatnya akan memberikan pengaruh pada sifat manusia juga. Sifat hewan yang dominan adalah rajas atau aktif, bahkan hiperaktif dan juga malas atau tamas. Hanya mengejar kenyamanan indrawi.

Di samping itu, dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan adanya korelasi antara pertumbuhan sel kanker dan daging. Dengan kata lain, percepatan bertumbuhkembang sel kanker bisa lebih cepat pada mereka yang makan daging daripada yang non atau vegetarian. Mungkinkah ini bagian dari karma? Atau sebagai bentuk balas dendam dari si hewan yang dibunuh? Who knows?

Inilah sebabnya kita harus melakukan Diet Vegetarian:

Tanpa paksaan 

Tanpa paksaan dari luar berarti dalam diri seseorang telah timbul suatu kesadaran. Dengan kata lain bahwa melakukan diet telah menjadi suatu kebutuhan. Adanya perasaan yang nyaman dalam diri yang ditunjukkan dalam bentuk rasa empati sebagai ungkapan rasa syukur. Ini sifat seseorang yang bukan SMS.

Ada suatu upaya dari mereka yang bijak; yaitu dengan cara reversed process. Proses yang dibalik. Orang dipaksa untuk diet vegetarian terlebih dahulu dengan harapan terjadi pelembutan di dalam dirinya. Ternyata hal ini tidak berlaku. Orang yang dipaksa diet vegetarian berubah menjadi kaku dan alot.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty − nine =

Scroll Up