Menapak jalan berduri……

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Jalan berduri

Jalan berduri adalah jalan para suci dan avatar menuju kebebasan diri sejati. Kita semua tahu bahwa tidak banyak orang akan memilih jalan yang berduri yang tentu berakibat akan mendapatkan cacian dan hujan batu. Jalan berduri berarti tidak atau bukan jalan umum yang juga berarti harus berjalan sendiri. Jalan sunyi dan juga menuju ke sunyian abadi.

Karena hanya kesunyian dan kekosongan lah yang abadi. Awalnya kosong atau ketiadaan, kemudian ada benda, dan pada akhirnya kembali ke ketiadaan. Tiada satupun yang bisa kita lihat dengan indra bersifat abadi. Bagaikan perjalanan percikan air laut. Dari laut kembali ke laut…

Pengulangan

Dari sejak ribuan tahu lalu perjalanan para suci yang mengabarkan berita bahwa sesungguhnya kita bebas adanya senantiasa mendapatkan perlawanan dari mereka yang belum sadar bahwa tujuan utama kelahiran adalah kebebasan diri. Ya, selama ini kita semua telah menjadi budak kenyamanan duniawi. Kita telah menjadikan makanan sebagai Tuhan.

Jesus juga seorang pejalan sunyi. Akibatnya? Ia pun disalibkan dengan tuduhan yang buruk pada diri Nya. Ba┼čkan Budha Sidharta Gautama pun meninggal dunia akibat diracun. Ini semua sebagai akibat menyebarkan pesan Ilahi. Pesan mulia ini bertujuan untuk membebaskan diri dari kenyamanan indrawi.

Kelembagaan

Para suci dan avatar tidak pernah membangun kelembagaan. Mereka sadar bahwa pesan mulia sebagai pesan alam semesta bukanlah pemilik kelompok tertentu. Pelembagaan berarti membuat penjara bagi pesan semesta. Pesan Ilahi; pesan mulia.

Kelembagaan hanya dibutuhkan oleh mereka yang bermaksud agar kekuasaannya abadi. Ujung ujungnya kenyamanan indrawi. Kita bisa melihat di sekitar kita bahwa ketika ajaran suci peninggalan para suci dan avatar dilembagakan yang terjadi adalah pemujaan kemewahan dunia.

Mereka menggunakan kedok seakan membela serta menyebarkan ajaran junjungannya, kenyataan yang terjadi mereka pemuja syahwat. Dengan dalih mengikuti jejak nabinya, realita di lapangan sama sekali bertentangan dengan tujuan pembebasan dari kenyamanan indrawi.

Ranah kekuasaan

Ya, ajaran suci yang membebaskan telah banyak digunakan untuk menuju ketidakbebasan. Dengan menggunakan kekuatan kelembagaan, pesan luhur telah dijungkirbalikan demi kenyamanan indrawi. Inilah penyakit umum yang disukai oleh massa.

Timbul pertanyaan: ‘Mengapa jalan berduri yang semestinya disukai karena membebaskan malah dimusuhi serta dihujat atau dianggap sesat?’

Karena jalan kenyamanan indrawi lebih menarik. Yang lucu adalah mereka para penghujat para suci menuduh bahwa ajaran sejati adalah ajaran setan. Namun hal ini juga tidak salah. Karena ketika yang ada dalam pikiran kita kata ‘setan’, maka itu pula yang kita lontarkan. Inilah cerminan kondisi sebenarnya jiwa kita…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight − 5 =

Scroll Up