Mengalir bersama arus

0 Filsafat | Kesehatan | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Mengalir bersama arus

Mengalir bersama arus berarti kita mengikuti segala pergerakan atau yang sedang menjadi bahan pembicaraan atau tren orang-orang di sekitar kita. Mungkin memang kadang hal seperti ini diperlukan, tetapi tentu bila memang bisa mendukung yang kita inginkan untuk dicapai.

Untuk mengikuti keadaan sekitar, kita harus memiliki bekal pengetahuan yang memadai. Bekal pengetahuan ini amat sangat dibutuhkan sehingga kita tidak terbawa oleh arus gerakan atau tren keinginan/kemauan masyarakat.

Dari buku Live Love Laugh by Maharshi Anand Krishna:

Ada saat-saat kau harus mengalir bersama arus, dan ada saat-saat kau harus melawan gelombang.

Kecerdasan Memilah

Bila kita simak di sosial media tren yang dibicarakan atau sedang menjadi viral belum tentu sesuai dengan yang kita butuhkan. Tekanan yang saya berikan adalah ‘dibutuhkan’. Bukan yang diinginkan. Karena keinginan kadang bisa membawa ke jurang penderitaan. Ini beda antara keduanya.

Kecerdasan memilah berarti kita mampu menentukan arus yang bisa mendukung perkembangan mental emosional kita. Karena perkembangan mental emosional yang baik selaras dengan kesehatan tubuh. Tentu tidak bisa dibandingkan dengan orang gila. Orang gila tidak sehat mental emosionalnya, tetapi tubuh sehat. Kadang kita tampaknya baik tetapi belum tentu sehat.

Untuk mengembangkan kecerdasan memilah, kita menggunakan neocortex. Intuisi kita akan menuntun bila buddhi berkembang. Berbicara tentang budhi, mengingatkan saya pelajaran budhi pekerti sayangnya sekarang terlupakan diajarkan di sekolah yang notabene menjadi landasan untuk membangun karakter anak didik.

Melawan Arus

Bila arus masyarakat tidak waras; dalam arti bisa menjauhkan daritujuan utama kelahiran, sebaiknya kita bergerak melawan arus. Dan sepertinya mayoritas belum banyak yang menyentuh tentang evolusi kesadaran yang semestinya dikembangkan.

Bila memang sekitar tidak menunjang terwujudnya peningkatan evolusi kesadaran, mau tidak mau suka tidak suka mesti kita bergerak melawan arus. Hal ini dilakukan agar kita terselamatkan dari jurang kesengsaraan yang membuat kita jau dari tujuan utama kelahiran; kebahagiaan sejati.

Kita memang harus waspada detik demi detik bila tidak ingin sengsara Inilah meditasi; alert in every second.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × 5 =

Scroll Up