Mengatasi negativitas

0 Filsafat | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Negativitas

Negativitas membuat kita amat banyak rugi. Pertama sekali berdampak buruk bagi kesehatan Ketika pikiran kita selalu menyesali kejadian masa lalu akan menciptakan getaran emosi yang pasti mengganggu kesehatan. Semua pikiran yang negatif akan mengganggu kinerja organ dalam tubuh kita. Jantung berdetak tidak normal.

Negativitas bukan berasal dari luar diri kita. Kita yang menciptakan hal tersebut. Dan lebih parah lagi, kita tidak bisa menghapus pikiran yang bersifat negatif. Solusinya bukanlah membuang, tetapi menerimanya.

Mari kita lihat video di bawah ini:

Menerima Negativitas

Sikap positif beda dengan pikiran positif. Sikap positif atau perilaku yang tepat merupakan cara jitu untuk mengatasi negativitas yang berkembang dalam diri kita. Ketika kita selalu memikirkan masa lalu berarti kita tidak atau belum move on. Berarti kita belum mengakui bahwa kita harus berpindah pijakan.

Dengan menerima suatu kejadian, kita sedang belajar untuk tidak mengulang peristiwa yang sama di masa akan datang. Belajar dari file dalam komputer kita. Tampaknya kita sudah membuang file yang tidak kita inginkan. Namun sesungguhnya oleh mereka yang canggih dalam hal komputer, dengan mudah file-file yang menurut kita telah kita buang, dapat ditarik kembali.

Demikian pula pikiran yang tampaknya terhapuskan dari memori kita. Kapan saja ada pemicu, pikiran yang negatif sebagai akibat kejadian masa lalu akan mengganggu kita lagi. Sesungguhnya ketika kita berupaya menghapus, pikiran negatif tersebuat semain mengakar.

Dengan menerima negativitas, kemudian kita merenungkan dan kemudian memperbaikinya, pikiran negatif tersebut telah kita daur ulang.

 Energi Tambahan

Tanpa sadar sesungguhnya kita yang memperbesar energi dari pikiran atau kenangan negatif. Saat kita sedih, kita dengan gampang mencari lagu-lagu yang bernadakan melo. Lagu sepeti ini semakin menasik kita ke alam negatif. Situasi lain. Saat kita sedih atau kecewa, kita pergi mencari hiburan, misal ke kafe. Kita lupa bahwa kafe bukanlah pusat energi positif.

Mereka yang pergi ke tempat hiburan sesungguhnya sedang defisit energi. Bagaimana kita bisa mendapatkan energi positif? Yang ada kita tampaknya membaik, tetapi sejatinya tambah terpuruk. Kita sedang kelihatan membuang pikiran negatif, tetapi sesungguhnya kita memberikan tambahan energi negatif pada pikiran buruk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × four =

Scroll Up