Mind related diseased……

2 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri 2 Comments

‘Rasa takut, trauma, phobia, kegelisahan, dan lain-lain semuanya terkait dengan mind (gugusan pikiran dan perasaan). Menjadi mindful atau menangani mereka di tataran mental/emosional hanya akan memperkuat mereka. Solusinya adalah mengembangkan intelejensia untuk melampaui mereka.’ 

(This is Truth That too is Truth by Swami Anand Krishna, www.booksindonesia.com)

Rasa takut, khawatir, trauma, phobia, kegelisahan, cemas dan lain sebagainya adalah produk perasaan. Persaaan menjadi takut dan gelisah serta lainnya karena adanya pikiran yang menimbang atau melakukan perhitunagn. Saya merasa cemas karena sesuatu yang saya takutkan tidak bisa diperoleh pada hari kemudian. Kita menjadi takut karena sesuatu hal yang tidak sesuai harapan. Kecewa dan marah adalah terkait perasaan yang berpikir kejadian masa lalu.

Pikiran yang menimbang untung dan rugi melahirkan rasa cemas, amarah, gelisah dan lain sebagainya. Pikiran selalu berhitung tentang kepuasan indrawi. Kelegaan karena dipenuhinya keinginan melahirkan rasa senang, bukan bahagia. Keinginan yang tidak terpenuhi menimbulkan emosional berupa kemarahan dan kekecewaan. Inilah sifat pikiran yang selalu berorientasi pada masalah bendawi.

Itulah sebabnya kita tidak bisa menangani masalah kecewa, cemas, gelisah, dan takut pada tataran pikiran. Segala nasehat yang terkait untuk mengatasi kerja pikiran tidak akan berhasil. Untuk itu pikiran harus bertransformasi menjadi intelejensia. Pengalihan dari tataran pikiran yang senantiasa berpikir tentang kenyamanan indrawi mesti dialihkan ke ranah intelejensia. Ranah kecerdasan Ilahi, ranah kecerdasan alami.

Tanpa pengembangan intelejensia, kita akan selalu dalam penderitaan. Suka duka adalah dunia dua litas. Itulah penderitaan. Itulah sebabnya kita harus melepaskan mind. Inilah solusi untuk mengatasi penderitaan.

‘Hanyalah ketika Anda bertekad untuk melepaskan mind (gugusan pikiran dan perasaan) Anda, fakultas mental/emosional Anda, barulah fakultas intelejensia mulai berfungsi. Begitu Anda mengakses intelejensia, Anda tidak lagi membutuhkan mind.’

(This is Truth That too is Truth by Swami Anand Krishna)

Ya, itulah solusi untuk bertahan dalam kehidupan ini. Solusi untuk mengatasi penderitaan. Melepaskan mind, kemudian kita mulai menggunakan intelejensia. Ranah atau fakultas kemampuan untuk memilih dan memilah. Kecerdasan alami atau intelejensia mampu memilih dan memilah mana yang baik atau mulia bagi jiwa. Jiwa tidak membutuhkan kenyamanan indrawi. Kenyamanan indrawi berkaitan dengan syaraf yang ada di otak.

Tanpa ada tekad bulat dan kekuatan diri untuk melepaskan mind, kita akan terus berpijak di bumi. Memang benar tubuh kita tetap berada di bumi, namun cara pandang kita yang mesti di ubah, tidak lagi terikat pada kenyamanan tubuh. Lakukan perjalanan ke dalam diri. Di sana banyak hal yang akan dijumpai. Suatu area yang maha luas. Di sana juga keberadaan kebahagiaan yang kita pikir bisa dicari di luar diri. Di alam benda…..

Kita yang masih lahir berarti masih sakit. Masih menggunakan mind berarti masih senang akan penyakit. Hanya saat di bumi inilah kita diberikan kesempatan untuk melepaskan mind. Setelah kematian tiba, tiada lagi peluang untuk melepaskan mind.


  1. Rudy Dewa Alam - Oktober 16, 2020

    Kalo melepas mind,apa gunanya mind di pasangkan dalam tubuh kita?

    • Bila kita mau mengamati dalam ortak kita ada tiga jenis: Reptilian, Mamalian brain media bagian ini dari masa evolusi panjang. Nah begitu jadi manusia ada tambahan baru: Neocortex.
      Yg dimaksudkan melepaskan mind adalah melepaskan yg disebut intelektual. Sesungguhnya lbh tepat terjadi transformasi dari intelektual menjadi buddhi atau intelejensia.
      Intelektual juga sdh saya bahas dlm artikel saya. Demikian juga tag intelejensia atau buddhi…
      Terima kasih atas komentarnya…
      Rahayu…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ten − 2 =

Scroll Up