Mungkinkah Bergantung/Percaya Pada Tuhan?

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Sering sekali mendengar di acara televisi, kita hanya percaya dan bergantung pada Tuhan. Selain itu musyrik….

Seseorang percaya pada sesuatu jika ia mengalaminya. Seseorang bisa bergantung pada sesuatu jika ia bisa merasakan efek pada tempat ia bergantung. Jika tempat yang kita akan bergantung saja merupakan sesuatu yang abstrak, mungkinkah kita bisa benar-benar yakin?

Jika kita mau jujur dan renungkan dengan tanpa rasa emosi kemarahan dan hanya menuduh bahwa pertanyaan saya ngawur, saya rasa banyak orang akan mengakui kebenarannya. Kita seringkali menonton teve. Kita percaya berita teve. Bukankah dengan kata lain sesungguhnya kita musyrik? Tanpa kita sadari sesungguhnya kita pengabdi berita TV.

Hanya karena berita yang belum tentu kebenarannya, kita sudah memaki si Fulan, Katrok, si Hola, dan lainnya karena beda keyakinan. Saat keyakinan kita terusik, kita langsung reaktif. Kita lupa bahwa sifat reaktif adalah sifat atau perilaku hewan. Perhatikan saja, seekor kucing atau anjing kita ganggu, dapat dipastikan ia menggeram dan bahkan mungkin akan menggigit. Ini jelas bukan sifat seorang manusia yang berakal, responsif.

Kita percaya pada sesuatu selain Tuhan. Dengar perkataan seseorang yang sepertinya menjelek-jelek kan kita, kita marah dan sakit hati. Mengapa kita sakit hati atau marah terhadap perkataan yang sesungguhnya abstrak?
Karena tidak sesuai dengan keinginan kita. Kita ingin dipuji dan di sanjung. Kita ingin ditinggikan, tetapi benarkah kita telah berbuat yang pantas mendapatkan pujian?

Kita selalu menuntut ini dan itu. Kita lupa mensyukuri yang ada. Ini sebabnya kita tidak percaya Tuhan. Kita tidak percaya bahwa segala sesuatu yang diberikan Tuhan semata untuk kebajikan kita. Kita masih bergantung pada orang lain. Kita bergantung pada sesuatu yang tidak abadi. Kita bergantung pada benda yang setiap saat berubah. Seseorang yang bergantung atau percaya pada Tuhan adalah mereka yang percaya dan yakin pada dirinya sendiri. Kita lupa bahwa ada istilah atau ayat dari suatu kitab suci:

” Tuhan lebih dekat dari urat leher.”

Mungkinkah kita bisa percaya pada sesuatu yang kita sendiri tidak yakini keberadaannya?

Banyak orang yang berteriak dan berkata bahwa katanya ia percaya Tuhan. Tetapi pada kenyataannya, ia sendiri melakukan segala hal yang sering membuat sakit ciptaan Tuhan. Jika seseorang percaya pada Tuhan tentu akan menyayangi semua ciptaan Nya. Sekaligus percaya pada kehidupan ini yang penuh perbedaan. Percaya dan yakin akan hukum Nya. Percaya dan yakin bahwa semua berasal dari sumber yang sama.

Hal ini yang membuat saya semakin bingung. Banyak orang melakukan ritual yang katanya ajaran nabinya. Tetapi melakoni dan meneladani perilaku nabi saja tidak mampu. Yang dilakukan justru sebaliknya, bertentangan dengan perbuatan baik nabi.

Sangat lucu sekali !!!!!

Namun demikian, ini juga kehendak Nya……..

Bukankah tiada sesuatu yang bisa terjadi di luar kehendak Nya….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − seven =

Scroll Up