‘Here and now’ suatu mitos???

0 Ayur Hypnotherapy | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Here and Now

‘Here and now’ tidak akan terjadi. Ketika saya mengatakan saat ini, yang anda dengarkan sudah tidak sama dengan saat saya ucapkan. Walaupun seper sekian detik, pasti terlewatkan. Karena ada jarak antara anda dan saya. Dan suara punya kecepatan. Data dipastikan ada jeda waktu.

Pemahaman keadaan sekarang dan saat harus diartikan dalam artian yang lebih luas. Hidup saat sekarang merupakan pemberian makna yang baru saya fajamiento melalui video di basan ini:

Bisa saja anda tidak setuju. Itu juga sah-sah saja. Tetapi, sebagaimana yang saya uraikan pada awal paragraf, tidak bisa kita memiliki pengertian di saat yang sama, tepat waktu. Atau pas persis. Berdasarkan kondisi ini, sesungguhnya setiap orang seakan memiliki wilayah frekuensi yang berbeda. Singkat kata, setiap orang memiliki mana pengertian berbeda dengan pemaknaan waktu sekarang dan saat ini.

Makna Hidup

Bukan pemahaman waktu sekarang dan saat ini yang penting, tetapi memberikan makna atau arti hidup yang saat ini sedang kita jalani itulah yang harus diperhatikan. Kita sering melakukan perdebatan tentang arti kata ‘Here and Now‘, tetapi kita lupa memberikan makna dalam kehidupan kita. Kita terlalu sibuk menilai orang lain, tetapi lupa bahwa dengan cara pandang seperti itu, kita melupakan bahwa yang kita lakukan sesungguhnya tidak membuat sekitar kita damai dan tenang.

Kita lupa bahwa semakin jauh kita mengamati keadaan di luar diri, semakin jauh kita dari jiwa kepolosan kanak-kanak kita. Jiwa polos yang tidak perch melakukan penghakiman terhadap orang lain. Jiwa yang terbuka terhadap energi alam semesta sehingga senantiasa mengalir yang membuat seseorang ceria dan bahagia selalu.

Memberikan makna hidup berarti membuat orang lain terinspirasi terhadap yang kita lakukan. Tentu inspirasi yang memberikan kebaikan pada alam sekitar kita. Menjalin keterhubungan yang harmoni terhadap manusia dan lingkungan kita.

Kehadiran Master

Tujuan kehadiran para suci dan master adalah untuk senantiasa mengingatkan kita akan tujuan kelahiran. Memberikan makna kehidupan. Para leluhur kita zaman dahulu tidak pernah berdoa. Apa yang mereka lakukan adalah selalu melakukan persembahan sebagai ungkapan rasa syukur atas semua yang bisa membuat kita hidup. Bukan minta ini dan itu. Ini konsep cara berpikir para pedagang.

Celakanya kemudian datang pemahaman impor yang menganggap yang dilakukan oleh leluhur kita penyembahan terhadap pohon dan batu/bumi. Kita lupa bahwa wilayah percataban Shindu pernah atau bahkan bertaburan hadir para Master yang membawa pesan kedamaian.

Kita melakukan persembahan atas kelimpahan hasil panen dianggap menyembah berhala. Tetapi ketika dengan sewenang-wenang mengorbankan hewan dianggap baik. Kita lupa merenungkan makna kalimat: ‘Berbuatlah pada orang lain atau sesamamu sebagaimana dirimu ingin diperlakukan.’

Ingat, tidak satupun makhluk hidup rela dikorbankan. Seharusnya sifat hewaniah kita yang harus disembelih…

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen + seventeen =

Scroll Up