Nyaman dengan kebodohan….

Nyaman dengan kebodohan

Adakah orang yang nyaman dengan kebodohan? Tidak mungkin… Itu jawaban banyak orang. Namun realitanya, banyak orang yang demikian kondisinya. Inilah yang disebutkan sebagai kondsioning. Mengapa bisa demikian?

Kebanyakan dari kita hidup di bawah kendali atau pengaruh lingkungan atau massa. Pendapat lingkungan yang tidak membawa seseorang pada pengetahuan sejati telah menciptakan kondisioning pada pola pikirannya. Karena pada umumnya, mayoroitas lingkungan belum sadar. Ini memang kehendak Nya. Siapa yang bisa menyangkal bahwa Dia berkehendak atas semua lakon di bumi ini?

Misalnya, oleh orang sekitarnya dikatakan bahwa orang yang memiliki kepercayaan atau keyakinan yang beda dari yang dianutnya adalah orang tidak benar. Karena sering mendengar dari orang sekelilingnya, pengertian ini membentuk suatu pemahaman yang kaku.

Pada suatu ketika, ia berkenalan dengan seseorang yang tidak memiliki keyakinan atau kepercayaan yang sama dengan dirinya. Walaupun orang tersebut memiliki kebijakan, tetap saja ia tidak bisa menerima. yang saya maksudkan kebijaksanaan adalah perbuatan atau perilaku yang mengutamakan kepentingan orang banyak. Inilah contoh bahwa orang tersebut nyaman dengan kebodohannya. Ketertutupan diri untuk menerima sesuatu yang baik.

Peringatan para suci

Para sucipun telah mengingatkan agar meninggalkan kelompok orang yang seperti ini. Ibaratnya; ‘Jangan memberikan mutiara pada babi.’ Bagi yang memahami, mutiara kebenaran akan memberikan manfaat bagi hidupnya. Tetapi, bagi yang tertutup pikirannya, mutiara dianggap kerikil yang bisa mematikan diri.

Bukankah para suci orang yang sabar?

Para suci adalah orang yang memiliki sikap positip. Bersikap positip beda dengan berpikir positip. Jelasnya bisa dibaca secara lengkap di sini. Sadar bahwa ada yang bisa menerima yang baik, tetapi ada yang tidak bisa menerima kebajikan. Kedua sikap ini ada di dunia dualitas. Tanpa ada keburukan, tidak mungkin ada kebaikan. Tanpa ada sakit, tidak mungkin seseorang menyadari arti kesehatan.

Sabar berarti memahami kondisi atau keadaan orang tersebut. Dan langkah paling baik adalah menjauhi.  Karena memaksakan sesuatu yang belum saatnya juga merupakan tindak kekerasan.

Para suci adalah mereka yang memahami sifat alam. Semuanya tidak terjadi secara instant. ada tahapan yang harus dilalui atau dilewati. Bagaikan tumbuhan. Dari biji tidak langsung menjadi pohon yang besar.

Pada saatnya, mereka yang masih nyaman dengan kebodohan akan menyadari bahwa banyak sisi kebenaran. Bodoh bukan karena tidak tahu, tetapi yang tidak mau belajar untuk memahami sisi lain kebenaran. Karena ebenaran memilki banyak sisi. Bukan hanya satu sisi.