Orientasi hasil

0 Filsafat | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Orientasi Hasil

Orientasi hasil tidak akan menghasilkan output yang optimal. Karena ketika pikiran selalu berpikir pada hasil yang ingin dicapai antara pikiran, Jiwa dan raga tidak selaras atau pada frekuensi yang sama. Padahal untuk menggapai keberhasilan optimal, ketiga hal tersebut harus bersatu padu.

Sebagai contoh. Mereka yang karyanya mencapai kesuksesan pada umumnya dimulai dari hobi. Seseorang yang melakukan sesuatu didasari oleh kesenangan atau hobi tidak memikirkan bahwa nantinya hasil kerjanya disukai oleh banyak orang. Misalnya dulu ketika Mark Zuckerberg membuat FB hanya ingin agar ada komunikasi antar teman bisa berjalan lancar. tetapi kita tahu sekarang ini penggunanya sudah sangat banyak. Sama sekali tidak terpikirkan olehnya bahwa akan menjadikan dirinya seorang yang kaya raya.

Keceriaan anak-anak

Keberhasilan sejati

Keberhasilan sejati diawali dari suatu kesenangan atau keceriaan untuk melakukannya. Sama sekali bukan karena pikiran yang tertuju pada pendapatan yang akan diperoleh dari karyanya.

Dalam buku Bhagavad Gita by Anand Krishna:

Krishna sangat praktis. Ia tahu bahwa selama pikiran kita pada hasil, selama itu pula tidak akan melibatkan Jiwa dan raga kita sepenuhnya untuk menjalankan tugas kita. Oleh karena itu, anjurannya, “Anggaplah sama suka dan duka, kemenangan dan kekalahan, keberhasilan dań kegagalan.”

Hanya pikiran kita yang bisa berada di masa lalu dan masa depan. Raga kita saat ini tidak akan sama dengan raga/tubuh kita kemarin atau masa depan. Karena setiap saat terjadi perubahan pada sel kita. Demikian juga Jiwa. Tidak ada Jiwa masa lalu dan Jiwa masa depan. So, dari ketiga unsur yang mendukung keberhasilan sejati, hanya pikiran yang bisa meloncat ke masa lalu dan depan. Dan ketika pikiran terpecah, maka dengan sendirinya fokus juga.

Kekuatan Sejati

Daya atau Kekuatan sejati bisa terjadi bila ketiga unsur: Pikiran, Jiwa, dan Raga menyatu. Pikiran yang orientasi hasil akan memecah konsentrasi untuk mewujudkan keberhasilan sejati. Ini hanyalah pendapat saya. Mengapa?

Karena rasa senang mengerjakan sesuatu akan melibatkan pikiran, jiwa, dan raga. Ini terbukti ketika kita sedang pacaran dengan seseorang. berada di suatu kafe dengan sang pacar melibatkan pikiran sepenuhnya. Sering sekali lupa waktu. Seakan dunia hanya milik berdua; yang lain kontrak. Mereka yang sedang bangun/tumbuh rasa cintanya bisa tidak kenal waktu. Inilah Kekuatan yang sering membuat kita semua bingung.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × one =

Scroll Up