Paling suci adalah tubuh kita….

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Kesehatan | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Selama ini kita melupakan hal ini. Kita selalu pergi ke tempat yang kita anggap suci. Tempat ibadah kita sucikan berlebihan. Bahkan sering kita marah-marah pada orang yang mengotori tempat ibadah kita. Kita bisa melakukan tindakan kekerasan terhadap seseorang yang mengotori rumah ibadah dari keyakinan kita. Tetapi satu hal penting yang sering kita lupa adalah bahwa tubuh yang kita sakiti adalah rumah ibadah Tuhan. Jika tubuh bukan rumah ibadah Nya, tempat mana lahi Dia akan tinggal? Kita lupa bahwa Tuhan lebih dekat dari urat leher kita?

Kita sering kali lupa bahwa tanpa tubuh, kita tidak bisa melanjutkan evolusi jiwa kita. Dengan adanya keyakinan bahwa tubuh kita adalah kuil Nya, masihkah kita tidak menganggap tubuh kita yang paling suci?

Kita harus memelihara tubuh sebagaimana kita menghotmati rumah ibadah kita. Kita juga harus marah pada diri kita jika kita gunakan tubuh beserta anggota tubuh untuk hal yang tidak menunjang peningkatan kesadaran.

Tubuh yang sehat adalah suatu hal yang amat sangat pantas kita syukuri. Agar evolusi kesadaran bisa tumbuh kembang dengan subur, maka tubuh harus dijaga dengan baik. Dengan tubuh dirawat dengan baik, kita bisa pergi berkunjung di tempat yang juga bermanfaat bagi peningkatan kesadaran jiwa.

Dengan tubuh yang sehat kita bisa berkarya melayani sesama makhluk hidup. Bukan saja sesama manusia, tetapi juga makhluk ciptaan Nya. So, pertama yang kita upayakan adalah menjaga kesehatan tubuh sebagai tempat ibadah Nya. Dia bet ibadah dengan berkarya melayani ciptaan Nya. Tubuh merupakan alat Nya untuk berkarya di bumi. Tubuh ini bukan lah milikmu atau milikku. Tetapi milik Nya. Oleh karenanya harus dijaga kesuciannya.

Dengan menjaga kesuciannya, kita menjadi sehat dan bahagia serta ceria. Sehingga pelayanan yang diberikan bisa optimal. Menjaga kesucian tubuh bukan saja melalui asupan makanan, tetapi juga saat mengeluarkan.

Asupan tubuh tidak hanya berupa materi, tetapi juga non materi. Materi berupa makanan. Makan lah jenis makanan yang selain menyehatkan tubuh juga tidak memicu terjadinya peningkatan lonjakan nafsu birahi. Nafsu birahi bukan terbatas pada nafsu seksualitas, tetapi juga berkaitan dengan nafsu amarah serta angkara murka. Semua makanan yang kita konsumsi mengakibatkan terjadinya lonjakan nafsu, baik seksualitas maupun non.

Misalnya kita makan daging merah. Kita harus sadar akan akibat yang ditimbulkan. Daging kambing misalnya, kita tahu efek yang ditimbulkan. Dan efek tersebut tidak membuat tubuh serta pikiran kita bagus. Jika kita menyadari bahwa tubuh kita paling suci dan yang paling pantas di sucikan, masihkah kita tega makan daging kambing? Ini dari satu jenis makanan.

Oleh karenanya jenis asupan makanan harus lah dipilih dengan tujuan bahwa efek dari makanan bisa membuat emosi kita semakin sabar dan tidak mudah bergejolak. Tuhan tuan alam semesta telah menyediakan banyak ragam makanan yang bisa menunjang kesadaran agar pertumbuhan evolusi jiwa semakin bagus.

Asupan yang bersifat non materi adalah yang masuk melalui panca indra lainnya selain mulut. Telinga harus dijaga kesuciannya. Dengarkan segala hal yang berguna bagi jiwa kita. Dengan mendengarkan tentang yang buruk akan mendorong terjadinya penurunan kesadaran. Dengarkan tentang gossip, membuat kita terbawa emosional. Jelas tidak membuat tubuh sehat. Begitu emosi tersulut akan mempengaruhi pikiran. Selanjutnya kerja jantung kacau. Bisa ditebak sendiri akibat nya terhadap kesehatan tubuh. Pandangan mata juga harus digunakan melihat hal yang bermanfaat untuk tumbuh kembangnya evolusi kesadaran. Melihat hal yang pada akhir nya membuat salah satu bagian tubuh terjadi sesuatu sehingga mendorong untuk melupakan tujuan kelahiran akan amat sangat merugikan kita. Pendek kata, hindari segala rangsangan dari luar tubuh yang berakibat terjadinya penurunan kesadaran.

Dengan meng hindari segala asupan baik materi maupun non materi yang kita tahu efeknya buruk bagi kesadaran, kita telah memperlakukan tubuh kita sebagai rumah ibadah Nya sebagai tempat paling suci.

Tiada seorang pun yang bisa menjaga kesuciannya kecuali kita sendiri. Tidak ada manfaatnya me sucikan sesuatu di luar Selama tubuh kita tidak bisa dijaga kesuciannya. Jaga yang keluar termasuk ucapan dan pikiran. Ini juga bagian upaya menjaga kesucian rumah Tuhan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three + 2 =

Scroll Up