Pemahaman Intuisi Pada Umumnya

0 Ayur Hypnotherapy | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Intuisi Umum

Pemahaman umum saat ini tentang intuisi belumlah sebagaimana yang sesungguhnya. Pada umumnya masyarakat memberikan definisi bahwa intuisi berkaitan dengan kemampuan untuk meramalkan atau memberikan prediksi akan kejadian yang akan berlangsung. Hal ini bukanlah sesuatu kemajuan bagi seseorang.

Kemampuan hewan untuk memprediksi peristiwa yang akan terjadi melebihi kemampuan teknologi. Ketika kejadian bencana tsunami di Aceh yang juga terjadi di Thailand, sejumlah gajah kira-kira 6 jam sebelumya sudah melarikan diri ke gunung, Dan benarlah ketika tsunami besar terjadi, mereka terselamatkan.

Mereka memiliki intuisi alami bahwa suatu bencana alam akan berlangsung. Sampai saat ini, tiada satu pun teknologi bisa meramalkan bahwa gempa bumi akan terjadi. Demikian pula bencana tsunami. Juga tidak seorang pun bisa meramalkan bahwa akan terjadi gempa bumi.

Kemampuan meramalkan

Dengan menyimak cerita di atas, kita bisa menarik suatu pengertian bahwa ketika seseorang bisa meramalkan atau memprediksi suatu bencana alam, baik gempa bumi maupun tsunami, sesungguhnya orang tersebut berada pada kemampuan masa lalu sebagai hewan. So, bukanlah kemajuan bagi Suatu evolusi Kesadaran.

Kemampuan seperti ini tidak akan bisa membantu terjadinya peningkatan evolusi kesadaran. Bahkan bisa dikatakan sebagai regresi ke masa lalu, masa kehidupan hewan. Keadaan tersebut menggambarkan bahwa kita berada pada Kemampuan reptelia. Dan pada umumnya, mereka yang memiliki Kemampuan tersebut memiliki kecenderungan pada penguatan ego.

Intuisi Spiritual

Ya, Intuisi merupakan efek dari meditasi. Meditasi yang dipanami sebagai hidup berkesadaran 24 jam selama 7 hari, 24/7. Mereka yang melakukan meditasi sebagai akibat dari terjadinya pembersihan kondisioning lama menjadi intuitif. Memiliki kepekaan alami sehingga memiliki kepedulian terhadap sesama makhluk di bumi ini. Mereka telah memahami kesejatian diri.

Intuisi yang dipahami para pejalan spiritual menempatkan intelejensia atau buddhi sebagai pengendali roda kehidupannya. Mereka lebih mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan diri, kelompok atau golongan. Mereka menempatkan kemanusiaan sebagai pemandu kehidupan.

Setelah seseorang bisa melampaui intektual, tidak menutup kemungkinan memiliki akses pada suatu pustaka alam semesta. Bahkan mereka memiliki informasi alam yang sangat luas. Mereka memiliki Kemampuan memprediksi masa depan. Namun mereka akan menggunakan secara tepat. Mereka memahami porsi dirinya dalam menggunakan Kemampuan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × four =

Scroll Up