Penganut Dinamisme Zaman Now…

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Inspirasi | Pengembangan Diri No Comments

Dinamisme Zaman Now

Dinamisme Zaman Now adalah mereka yang mempercayai kekuatan uang atau kekuasaan. Menurut pengertian, yang dikatakan paham dinamisme adalah pemahaman yang mempercayai adanya kekuatan alam. Dan menurut sebagian besar orang, hal ini disebut kepercayaanb kuno yang sesat. Lucu bukan???

Bagi saya, kekuatan alam memang sungguh-sungguh ada. Ada yang bisa menyangkal bahwa petir tidak memiliki kekuatan atau daya listrik sangat dahsyat?  Bukankah air huga memilki kekuatan untuk merusak?

Atau mungkin yang dimaksudkan dinamisme adalah mempercayai adanya kekuatan ghaib yang ada pada keris atau benda lainnya? Dalam hal ini kita lupa bahwa sesuatu itu ada karena kekuatan pikiran kita. Tidak beda ketika kita pergi ke dokter untuk berobat. Sebenarnya, bukan obat yang menyembuhkan kita. Keyakinan kita yang menyembuhkan kita dari penyakit.

Saya percaya bahwa kita pernah mengalami hal superti itu. Ketika kita sakit, tentu bukan sakit berat, kita ketemu dokter. Begitu jumpa dan sedikit bicara dengan dokter langsgaan kita, kita sudah merasa sehat. Ini yang kita sebut sebagai plasebo effect. Demikian juga dengan yang kita anggap adanya kekuatan dari benda yang kita anggap keramat.

Waktu dahulu kit mengagungkan kekuatan benda untuk meraih kekuasaan. Bukankah tidak beda dengan era modern, kita mengagungkan golongan atau kelompok untuk mendapatkan kekuasaan dan harta?

Pemberhalaan

Kita gebuht kakek moyang kita penyembah berhala karena menganut paham Dinamisme. Bahkan mungkin kita yang merasa memiliki keyakinan/kepercayaan impor (bukan asli produk sendiri) mengatakan atau menuduh demikian. Kita menganggap leluhur kita penyembah berhala karena menuhankan benda pusaka. Anggapan kita bahwa mereka memberikan sajen ini dan itu demi mendapatkan imbalan sesuai permintaan.

Namun kita lupa bahwa tanpa sadar kita juga melakukan hal sama. Hanya beda bentuk. Kita mengagungkan atau memuja keyakinan/kepercayaan kita atau menganggap bahwa benda atau bentuk kitab, yang kita anggap suci sebagai sesuatu yang tidak bisa diremehkan atau direndahkan. Banyak bukti telah ada…

Kita juga memberhalakan orang dengan menganggap bahwa segala ucapannya adalah benar dan suci. Walaupun bila kita mau membuka diri dan menelaah lebih dalam dengan berbagai pertimbangan, sesungguhnya yang disampaikan menciptakan kekacauan. Kebutaan pikiran kitalah yang menjadikan sesuatu sebagai berhala. Bukan karena bendanya.

Pemberhalaan terjadi bila kita membutakan diri terhadap kebenaran. Tentu kebenaran yang selaras untuk bagi banyak orang. Bukan untuk kebaikan golongan tertentu. Bila kebutaan seperti ini terjadi, inilah yang dinamakan Dinamisme zaman Now.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six + eleven =

Scroll Up