Pengaruh Huruf ‘A’ dan ‘O’ pada kejiwaan……

0 Filsafat | Kesehatan | Pengembangan Diri No Comments

Banyak orang tidak sadar bahwa antara ucapan vokal dari suatu kata mempengaruhi jiwa. Pada saat kita mengucapkan: ‘ AHHHHH…..’ ada suatu kelegaan. Ahhh… berarti :aku mengerti. Coba saat kita mengucapkan : ‘Oooooh…. atau hanya Oooo… tanda baru mengerti, kaget atau memaklumi sesuatu. Bentuk mulut meruncing dan menutup.. Bukan seperti mengungkapkan kelegaan dan keterbukaan.

Ucapah ‘Alloh’ yang akhir-akhir ini begitu dibanggakan oleh sebagian umat muslim (biar tampak beda, mungkin) tanpa disadari telah membentuk jiwanya semakin keras. Huruf ‘O” adalah huruf tertutup. Seakan kita menutup diri terhadap sesuatu yang berasal dari luar agama atau keyakinan kita. Hal ini tidak membuka pikiran terhadap kemungkinan yang lebih luas dan besar. Ketertutupan jiwa ini membentuk diri semakin arogan. Dan sifat ini pasti tidak disenangi oleh Dia yang Maha terbuka….

Keterkaitan huruf hidup ‘O’ dengan otak. Sangat terkait erat. Menutupnya otak karena mengkerut. Dan ini terjadi saat orang menutup diri terhadap sesuatu yang baru di luar diri. Ketakutan adanya sesuatu yang bisa mempengaruhi diri mengakibatkan otak mengkerut dan menutup setiap perkembangan pemikiran. Sementara alam semesta berkembang. Perhatikan bahwa setiap saat terbentuk planet baru. Bahkan galaksi baru ‘katanya’ juga terbentuk. Itulah sebabnya kita bisa menggambarkan proses pembentukan galaksi yang kita tempati saat ini, Bima Shakti. Bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa spesies baru seperti hewan dan tumbuhan baru saja tercipta. Siapa yang bisa memonitor???

Huruf denga aksara hidup ‘A’ memberikan kelegaan dalam diri kita. ‘A’ huruf yang terbuka. Huruf vokal baik digunakan untuk masuk ke dalam diri. OM, misalnya bertujuan untuk mengakses inner being yang ada dalam diri kita.Menutup adanya pengaruh dari luar mengganggu komunikasi yang terjadi di dalam diri.. Ini yang paling mudah. Karena yang di luar diri sangat luas. Saat kita mengalami kelegaan, ungkapan ‘Ahhhh….’ begitu kita rasakan sesuatu yang plong di dada. Pada saat kita berhasil menemukan akar permasalahan dan kemudian bisa menyelesaikan, ungkapan: ‘ Ahhhh…. alhamdulillah’ Bukan Alhamdulilloh…. Nggak enak kan??? Coba saja rasakan bunyikan: Alhamdulilloh….

Saat kita berkata :’Ahhh…’ sebagian besar otak kita berkembang. Dan itulah sifat alam semesta ini. Senantiasa berkembang. Otak ini berkemabang seirama dengan perkembangan ke adaan di luar diri. Dulu ketika kebutuhan pencaharian makan masih menggunakan otot, otak kita kecil. Saat ini seirng kurang berfungsinya kekuatan otot, otak semakin besar. badan semakin kecil. jadi tidak mengherankan penggambaran aliens dengan bentuk tubuh kecil, kepala besar. Karena otak lebih difungsikan ketimbang badan. Sehingga diperlukan tempurung kepala semakin besar untuk menampung bentuk fisik otak semakin besar. Mungkin saja dengan perkembangan komputer semakin canggih, bentuk otak mengecil lagi. Karena beban pikiran dialihfungsikan ke komputer.

Kembali ke huruf hidup ‘A’. Di Arab sendiri pengucapan Allah yang sering digunakan. Karena mereka tidak memiliki atau tidak kenal vokal ‘O’. Jadi dari mana gerangan ada ucapan Alloh? Jika sekedar hanya untuk keren tapi tidak menyadari maknanya, alangkah disayangkan. Hanya kerugian yang diperoleh…. Sering-seringlah mengucapkan dengan huruf hidup ‘A” untuk melatih agar jiwa kita terbuka. Ahhh… begitu melegakan pikiran dan dada. Biarlah pikiran kita berkembang. Dan itulah sifat alam. Senantiasa berkembang….

Pilihan di tangan kita sendiri: MAU BERKEMBANG ATAU TERTUTUP…….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 + eighteen =

Scroll Up