Pengkultusan Guru…….

0 Filsafat | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Pengkultusan Guru

Pengkultusan Guru sesungguhnya bukan hal aneh bila kita bersedia membuka diri. Dengan kata lain tidak diperbudak oleh kondisioning yang selama ini membelenggu. Kondisioning bagi seorang yang memberikan inspirasi serta membukakan pintu kebebasan merupakan hambatan menuju mengubah diri menjadi Ilahi. Ilahi dalam arti kemuliaan.

Seorang Guru yang bisa meyakinkan diri sejati kita bukanlah merupakan penyembahan. Tanpa kehadiran seorang Guru, kita tidak akan bisa membuka pada satu dimensi yang tidak terbatas. Celakanya, bila kita tidak memiliki keberanian untuk melawan pendapat massa sekitar, kita akan tetap menjadi budak. Mungkin ada yang menyanggah: ‘Bukankah bila anda mengkultuskan seorang Guru, sama juga membudakkan diri?’

Pilihan bebas

Seseorang yang dengan suka rela membudakkan diri pada seseorang yang membukakan ilmu sejati kehidupan dikatakan sebagai piihan bebas. Hanya seseorang yang sadar akan tujuan kelahiran di dunia bisa memiliki pilihan bebas. Dengan menyadari bahwa tujuan kelahiran adalah pembebasan diri dari keterikatan dunia, baru bisa mengkultuskan Guru.

Hanya seorang bebas dari keterikatan bisa mengabdikan diri pada seorang Guru Sejati. Ia sadar Bahia ganha melalui serrana Guru terjadikan pembentukan diri Ilahi. Seorang Guru sejati telah mengalami kebebasan. Inilah pengalaman kebahagiaan sejati.

Dengan kata lain, seseungguhnya seseorang yang mampu mengkultuskan seorang Guru bukanlah budak dunia benda. Ia telah menyadari tujuan utama kelahiran di alam benda ini. Hanya dengan mengikuti langkah seorang Guru, alam kebebasan atau moksha bisa diraih. Kebebasan sejati dari keterikatan benda. Selama ini yang kita kejar kenyamanan dunia. Kepuasan panca indra penyebab Utama penderitaan. Penyebab utama kelahiran di alam benda.

Pindah dimensi

Selama kita hanya mengejar kesuksesan dunia, kita belum beranjak dari dimensi yang umum dikenal. Seorang Guru sejati menarik kita dari dimensi alam kenyamanan bendawi ke alam dimensi Ilahi. Ini yang saya istilahkan pindah dimensi. dari dimensi alam dualitas ke dimensi kemuliaan jiwa. Rasa takut untuk pindah dimensi terjadi karena kenyamanan dunia benda yang selama ini kita anggap tujuan hidup.

Dengan mengejar kesuksesan dunia, baik dengan berbuat baik maupun tanpa kenal aturan, keduanya tidak bisa membawa kita ke alam kemuliaan. Alam Ilahiah. Mungkin akan ada yang membantah: ‘Mungkinkah berbuat baik bisa membuat kita tidak di alam Ilahi?’

Selama perbuatan baik disertai embel-embel ingin mendapatkan imbalan atau hadiah/pahala, selama itu pula tidak membawa kita ke alam dimensi lain. Dimensi Kemuliaan/Ilahi. Dimensi pelayanan sebagai persembahan. Dimensi kebahagiaan sejati.

Dengan kita hanya mengejar kesuksesan dunia, kita belum berkembang. Kita hanya maju dan mundur di alam benda. Pengembangan diri terjadi bila kita berani mengambil resiko untuk keluar dari perbudakan kondisioning sekitar.

Mengapa mesti ragu melakukan pengkultusan bagi seorang Guru bila bisa membawa kita ke alam dimensi keilahian?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × one =

Scroll Up