Penguasaan Persepsi…

0 Ayur Hypnotherapy | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Penguasaan Persepsi

Ya, yang harus kita butuhkan adalah penguasaan persepsi. Bukan pengendalian atau penghindaran penglihatan. Banyak dari kita belum memhami hal ini. Ada sebagian orang dari kepercayaan tertentu hanya fokus menutup mata dari sesuatu yang merangsang. Dengan kata lain, sesungguhnya orang tersebut belum memahami bahwa yang harus ditumbuhkembangkan adalah penguasaan persepsi. Bila yang ditutup hanya indra penglihatan, indra persepsi masih bekerja.

Kita harus memahami perbedaan antara indra persepsi dan penglihatan. Mari kita simak potongan kalimat berikut:

Patanjali menjelaskan dari sudut fisika-khusus. Boleh ada mata, boleh ada atraksi dunia, boleh ada cahaya, tetapi jika Anda mencegah daya-persepsi untuk mengolah data penglihatan, data tentang apa yang terlihat oleh mata, maka sekalipun mata sudah melihat, Anda tidak terpengaruh oleh penglihatannya. Data yang diterima tidak diolah, lewat begitu saja seperti angin lalu.

(Yoga Sutra Patanjali by Svami Anand Krishna, www.booksindonesia.com)

Proses Pengolahan Data

Itulah fungsi dari indra persepsi. Indra penglihatan atau pendengaran hanya berfungsi sebagai penerima data. Data diterima oleh mata atau telinga kemudian disimpan. Karena tidak ada satupun yang terlihat atau terdengar oleh mata tidak disimpan. Setelah disimpan, indra persepsi kemudian mengolah. Letak indra persepsi pada otak kita. Mind atau pikiran serta perasaan sebagai software. Brain atau otak sebagai hardware.

data disimpan pada memori. Ada yang ingin diingat ada yang tidak. Yang ingin diingat tersimpan pada conscious mind sedang yang tidak diinginkan tersimpan pada sub-conscious mind. Ini sebabnya otak yang bekerja hanya 5-10%. Karena sebagian besar dari otak kita untuk menyimpan rekaman atau memori data yang tidak diinginkan.

Ketika data yang diterima oleh mata atau telinga diolah oleh indra persepsi, maka baru terjadi peristiwa atau kejadian. Inilah output dari olahan data. Indra penglihatan atau pendengaran berfungsi sebagai penerima inputan data, indra persepsi dengan menggunakan brain sebagai perangkat pengolah data, tindakan sebagai output atau hasil olahan data.

Kesadaran atau Viveka

Pengembangan intelejensia sangat dibutuhkan untuk memilah, apakah kita perlu menggunakan indra persepsi atau tidak untuk mengolah data. Bila kita sadar akan tujuan kelahiran di dunia bukan untuk menumbuhkembangkan kenyamanan indra penglihatan atau pendengaran atau kenyamanan tubuh, kita tidah butuh menggunakan indra persepsi untuk mengolah yang tidak dibutuhkan oleh jiwa kita. Ingat, tujuan utama kelahiran di dunia adalah untuk evolusi jiwa. Bukan untuk kenyamanan duniawi.

Menutup mata tidak berarti bisa menghindari proses terjadinya fungsi kerja indra persepsi. Sebagai contoh:

Suatu ketika, 2 orang biksu melakukan perjalanan. Mereka akan menyeberang sungai. Sebut saja biku A dan B.

Ketika mereka menyebarang, ada seorang wanita muda cantik minta tolong diseberangkan. Karena tidak ada sesuatu untuk menyeberang, maka biku A menolong dengan menggendong si wanita muda.

Setelah diseberang, mereka berjalan terus. Di tengah perjalanan, si biku B bertanya, apakah biku A tidak merasakan sesuatu ketika bersentuhan dengan si wanita?

Biku A menjawab: ‘Saya sudah tidak ingat lagi peristiwa tadi.’ Sedangkan si biku B yang tidak menggendong masih memikirkan peristiwa tadi.

Indra perasa dan indra penglihatan biku A menerima data, tetapi tidak diolah dengan indra persepsi. Sedangkan biku B, walaupun hanya melihat, tetapi indra persepsi yang belum bisa dikuasai tanpa sadar mengolah data yang diterima oleh indra penglihatan.

Sebagai hasil akhir, biku A tidak memikirkan lagi peristiwa ketika menggendong si wanita. Biku B yang belum menguasai indra persepsi memiliki hasil akhir yang berbeda.

Proses ini yang belum dimengerti oleh banyak orang sehingga penganut keyakinan tertentu sangat keras minta pada rekan-rekannya untuk menutup mata. Mata bisa ditutup dari penglihatan, tetapi bila penguasaan persepsi atau indra persepsi belum terjadi, yang terjadi adalah pemaksaan atau pengekangan tanpa kesadaran. Celakanya, pengekangan secara kekerasan pada akhirnya membuat si orang tersebut menjadi liar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen + fourteen =

Scroll Up