Penjara Manusia

0 Meditasi No Comments

Penjara Manusia

Penjara Manusia bukanlah sebagaimana yang kita kenal saat ini, jeruji besi. Tetapi pikiran dan perasaan atau mind kitalah sesungguhnya penjara manusia. Dan yang lebih menyedihkan lagi, kita sering menuduh atau mengatakan Tuhan yang menyengsarakan kita.

Kembangkan Kasih

Ketika hewan dalam diri kita dilepaskan secara bebas seperti gambar di atas, saat itulah kita mengurung kemanusiaan kita dalam penjara. Dengan kata lain, yang kita umbar atau bebas lepaskan adalah sifat hewaniah kita. Bahkan lebih parah lagi’ keserakahan kita.

Pendidikan

Tujuan utama atau paling tinggi pendidikan adalah menjadikan kita sebagai MANUSIA. Adalah kesalahan kita semua ketika mengartikan bahwa tujuan utama pendidikan adalah menjadi pintar untuk mendapatkan gelar sehingga bisa sukses hidupnya. Dalam hal konotasi sukses pun belum tepat.

Dan ketika pendidikan salah arahnya, maka tidak pelak lagi yang disebut budaya pun menjadi salah Arah. Dan bila kita amati tayangan televisi pun sekarang sudah jauh dari arah pendidikan yang utuh. Semuanya dilandasi materi; inilah era Kaliyuga.

Melawan?

Seringkali saya mendengar bahwa ‘Kita melawan Virus Corona…’

Sesungguhnya yang kita lawan bukanlah si Virus, tetapi kebodohan kita. Karena virus itu muncul sebagai akibat ulah kita; karma.  Sehingga solusinya bukanlah di luar diri, tetapi mengubah cara atau pola makan kita. Kita konsumsi makanan tidak untuk menunjang kehidupan, tetapi melawan dengan kodrat kita. Diet kita tidak lagi selaras dengan alam. Inilah kasih.

Dengan konotasi seperti ini, kita tidak akan bisa memperbaiki diri sendiri. Karena kita selalu melihat ke luar diri, tidak pernah akan bisa melakukan introspeksi diri. Sama saja pengan kita tidak pernah bisa belajar dari sejarah. Tidak mengherankan bila terus saja ada masalah.

Persiapkan Diri

Karena kita tidak pernah belajar dari sejarah, maka kita harus bersiap mengalami hal serupa atau sejenis di masa akan datang. Hidup adalah pengulangan; hanya pelakunya yang berbeda. Hal ini terjadi karena kita tidak berupaya melihat atau berpaling kepada Dia yang ada dalam diri kita.

Ini video yang bisa mengingatkan kita ketika kita selalu mengeluh pada keadaan di luar diri:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 3 =

Scroll Up