Penyebab jenazah utuh

0 Filsafat | Inspirasi | Meditasi No Comments

Jenazah utuh

Jenazah utuh disebabkan belum terputusnya silver cord. Siver cord atau tali perak atau disebut juga tali Prāna adalah tali penghubung antara roh dan tubuh. Ketika seseorang tidur, si roh bisa berkeliaran, namun selama tali perak terhubung, ia kembali ke tubuhnya. Demikian juga saat mati suri.

Dulu saya kagum ketika seseorang bercerita bahwa walaupun sudah meninggal sekian lama, jenazah utuh. Ternyata bukan hal yang pantas dikagumi, sebaliknya bahkan harus didoakan agar tali perak segera putus. Dan begitu terputuskan, si tubuh bisa langsung membusuk dan kembali menyatu dengan alam. So, bumi pun menolak terhadap kemenyatuan si tubuh yang amat sangat terikat dengan duniawi. Daya kehidupan atau Prāna terus mengalir dari roh ke tubuh. Hal ini Kemungkinan rambut dan kuku tetap tumbuh.

Penjelasan

Dari buku Dvipantara Jñāna Śāstra by Anand Krishna dituliskan:

Inilah penjelasan mengapa jenazah yang dikubur, masih mungkin tumbuh rambut dan kukunya. Tidak ada yang luar biasa dari kejadian dan penman yang sericngkali dipublikasikan dan dikatakan dengan fenomena supernatural tertentu. Sampai jenazah benar-benar hancur terurai, angin Dhananjaya tetap ada dan bisa menyebabkan pertumbuhan tersebut pada semua jenazah, tidak terbatas pada jenazah ‘terpilih’ saja.

Sesungguhnya, pertumbuhan dari kuku dan rambut tersebut malah mengindikasikan Jivātmā, Jiwa Individu masih terikat dengan tubuh. Karena adalah Prāna yang mengikat Jiwa dengan tubuh. Demikian, Jiwa Individu atau Jivātmā bisa tetap terikat sampai tubuh benar-benar hancur terurai, yang dalam beberapa kasus bisa memakan waktu yang sangat lama.  

Buku Warisan Leluhur Nusantara

Efeknya akan pada kelahiran kembali. Roh terikat pada tubuh yang tidak bisa hancur terurai

Bahaya hapalan

Banyak orang begitu membanggakan diri karena bisa menghapal suatu kitab tertentu. Tanpa sadar kita telah mengukir atau menanamkan sesuatu pada mind kita. Ini juga merupakan bentuk keterikatan. Bukan hanya pada benda duniawi maupun makanan, tetapi kebanggaan terhadap kebisaan menghapal menjadi penyebab jenazah utuh selama angka tidak pasti.

Kita seringkali pamer kebisaan menghapal tanpa bisa mengimplentasikan isi dari yang dihapalkan. Kitab yang kita anggap suci tidak bisa mensucikan kita. Kesucian kita hanya bisa dilakukan bila kita melakoni yang ada dalam kitab tersebut demi kebajikan masyarakat umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight + fifteen =

Scroll Up