Penyebab Penderitaan

0 Filsafat | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Penyebab Penderitaan

Penyebab penderitaan adalah ketika ke sadaran kita mengalir ke luar. Kesadaran adalah ketika perhatian berada atau fokus  pada sesuatu yang ingin kita miliki atau pertahankan. Seakan keduanya beda; memiliki dan mempertahankan.

Dalam buku Narada Bhakti Sutra by Anand Krishna dituliskan:

Keinginan untuk memiliki masih bisa diatasi, tetapi keinginan untuk mempertahankan sulit diatasi. Padahal dua-duanya sama. Yang ingin kita miliki dan ingin kita pertahankan berda di luar diri. Jadi, kesadaran kita masih mengalir ke luar. Belum beralih ke dalam. Bila kesadaran kita sudah beralih ke dalam, keinginan untuk memiliki dan mempertahankan akan sirna, hilang, lenyap.

Senantiasa Berubah

Penderitaan terjadi ketika keinginan untuk memiliki serta mempertahankan tidak terpenuhi. Kekecewaan, kemarahan, rasa malu, sakit hati dan lainnya merupakan ekspresi emosional dari keinginan yang tidak terpenuhi. Akibat yang terjadi adalah penderitaan. Keinginan terhadap sesuatu yang tidak abadi: Benda atau Materi membuat kita menderita. Karena adalah sufat benda atau materi yang senantiasa berubah.

Mengamati hal tersebut, kita dapat memahami mengapa emosi kita juga senantiasa berubah. Sesedih apa pun atau sebaliknya, segemebira atau sesenang apa pun dapat dipastikan tidak akan bisa terus menerus. Bagaikan awan di langit yang senantiasa bergerak dan berubah; kadang ada kadang tiada.

Dan semuanya merupakan produk dari mind. Dengan kata lain, sesungguhnya kita hidup dalam alam pikiran kita sendiri.

Tiga Dunia Ciptaan Kita

Para bijak jaman dulu sudah memahami bahwa sesungguhnya kita hidup dalam tiga dunia; dan ketiganya ada dalam pikiran atau mind kita sendiri. Dunia masa lalu, sekarang, dan akan datang. Inilah dunia Paralel.

Dengan (menghindari keramaian, dan) menyepi (di dalam keheningan diri); tidak lagi terikat dengan (kenikmatan) tiga dunia, dia terbebaskan dari pengaruh sifat-sifat dasar manusiawi, dan terbebaskan dari keinginan untuk memiliki atau mempertahankan sesuatu. (Narada Bhakti Sutra)

Kecewa, marah, dendam, benci dan lainnya disebabkan peristiwa atau kejadian masa lalu; dunia masa lalu. So, bila kita tidak bisa move on dari dunia ini, kita selalu menderita. Dan bila kita bisa berada di saat ini atar dunia saat ini, kita bisa bersyukur.  Saat bersyukur kita merasakan kebahagiaan; dipastikan senyuman melekat di bibir.

Namun, ketika ada keinginkan untuk mempertahankan sesuatu atau ingin memiliki sesuatu, kita merasakan cemas, khawatir dan panik. Ketiganya atau mungkin ada lagi, kita hidup di dunia akan datang.

Bukankah ketiga dunia tersebut ada dalam mind atau pikiran yang kita ciptakan sendiri?

So, siapa pencipta Penyebab Penderitaan?

Bila dilanjutkan: ‘Siapa yang bisa menyelesaikan akibat yang terjadi dari Penyebab penderitaan?’

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − 1 =

Scroll Up