Perjalanan Suci Roh

0 Filsafat | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Perjalanan Suci

Perjalanan Suci sesungguhnya adalah ketika kita menjalani hidup saat ini. Tiada perjalanan yang tidak suci bagi roh kita. Bumi ini suci adanya. Bukankah seluruh alam beserta isinya suci adanya? Tiada bahan pokok lainnya. Dan tujuan keberadaan tubuh di bumi ini untuk menggapai kesucian diri?

Namun pada umumnya orang memberikan arti lain pada perjalanan suci yang bukan roh. Semuanya hanyalah anggapan, mungkin juga pemahaman saya tentang makna suci dianggap berbeda. Yang membuktikan bahwa anggapa tersebut benar adalah hasil setelah melakoninya.

Yang disucikan

Sesungguhnya yang disucikan atau dibersihkan adalah keterikatan terhadap bendawi atau kenyamanan badaniah yang dirasakan oleh indrawi kita. Roh terdiri dari selain tubuh kasar kita. Begitu kita meninggalkan tubuh, si roh itulah yang tetap eksis.

Sebelum meninggalkan tubuh, dalam sekejap (relatif) semua hal perjalanan hidup maupun perjanjian sebelum tubuh lahir akan terpaparkan. Ini mekanisme alam. Sesungguhnya tanta kita ketahui alam ini memiliki mekanisme yang amat canggih mengatur semua hal. Yang paling mudah kita ketahui adalah hukum aksi reaksi atau sebab akibat.

Dalam paparan yang sekejap tersebut, kita selera mengetahui atau menyadari bahwa semasa hidup di bumi kita tidak menelami janji sebelum kelahiran. Akkhirnya kita berjanji lagi akan memperbaiki kesalahan yang kita telah lakukan.

Rebirth

Pencucian berarti pelepasan dari keterikatan duniawi.

Proses

Kita tidak bakal mengetahui lulus atau tidaknya kita. Suci atau tidaknya perjalanan roh atau perjalanan suci hanya bisa diketahui setelah kematian. Bila tidak lahir lagi atau lahir atas keinginan sendiri, baru dapat dinmtakan keberhasilan dari perjalanan suci. Yang kita bisa kendalikan adalah prosesnya.

Keterikatan terhadap kebendaan terjadi sepanjang hidup. Dan hal ini bisa kita kendalikan. Bukan sesuatu yang mudah; itulah sebabnya membutuhkan upaya keras sepanjang hidup.

Tak pelak lagi, kita agat sangat membutuhkan pemandu untuk mengamati ketepatan perjalanan suci ini. Ibarat pemain sepak bola. Saat kita bermain, kita tidak bakalan tahu kualitas permainan kita. Yang bisa mengetahui kualitas permainan adalah penonton atau pelatih. Seseorang di luar diri kita. Di sinilah peran seorang Guru sejati. Dan seorang Guru Sejati adalah seseorang yang pernah mengalami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × 3 =

Scroll Up