Persatuan Agung melalui Yoga

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Kita simak kembali pada kalimat yang disampaikan Krishna: “Demikian dengan pikiran dan perasaan mu terpusat kan, dan tidak terganggu/bergejolak; kesadaran dan pancaindera pun terkendali, lakoni lah yoga untuk mensucikan ‘diri’mu.” 

Yoga adalah “ilmu untuk menyelaraskan diri dengan Keberadaam, dengan semesta, dengan Hyang Tunggal, dan Kehendak Nya, dengan lingkungan dan sesama makhluk.” Yoga adalah persatuan Agung. (NeoSpiritual Hypnotheraphy by Anand Krishna, www.booksindonesia.com).

Yoga bukanlah hanya gerakan. Yang diketahui oleh umum selama ini hanya salah satu bagian dari 8 bagian yang disebut oleh Resi Patanjali sebagai empu yoga. Gerakan yang banyak dianut oleh kebanyakan orang disebutkan sebagai asana. Masih tersisa 7 bagian dari yoga. Tidak ada satu bagian lebih unggul daripada bagian lainnya. Semuanya sama pentingnya. Bagaikan bagian daripada tubuh kita. Bagaimana mungkin anda mengatakan bahwa tangan lebih penting daripada kaki. Bagian kepala lebih penting daripada kakinya. Disebut sebagai tubuh karena keutuhannya. Karena kesatuan nya.

Bagian lain selain asana, seperti ahimsa. Tidak berbuat kekerasan. Bukan hanya terhadap orang lain, tetapi terutama terhadap diri sendiri. Ketika kita berpikir buruk saja sudah dapat dinyatakan berbuat kekerasan. Berbuat kekerasan berarti kita melukai diri sendiri. Saat kita berpikir buruk sesungguhnya tanpa kita sadari sedang merusak tubuh. Ini terkait dengan hasil penelitian Masaru Emoto tentang air. Pikiran juga terkait erat dengan jantung. Saat pikiran kacau, jantung berdetak tidak wajar. Bila jantung kacau detaknya, maka suplai darah ke seluruh organ tubuh mengalami kekacauan juga.

Bila berpikir buruk saja sudah diakatagorikan berbuat kekerasan, apalagi ucapan serta perbuatan. Oleh karena nya agar terjadi persatuan Agung, ahimsa bisa dilakoni.

Secara keseluruhan 8 bagian dari laku yoga dituliskan oleh Svami Anand Krishna dalam buku Yoga Sutra Patanjali.

Semua laku harus dilakoni sebagai satu kesatuan, baru kemudian terjadi penyatuan Agung. Persatuan Agung tidak terjadi nanti di alam setelah kematian tubuh, Tetapi penyatuan Agung bisa terjadi di saat kehidupan sekarang. Dengan keyakinan serta kepercayaan bahwa Ilahi yang berada dalam tubuh kita juga ada di setiap makhluk, maka kita bisa melayani mereka sebagaimana melayani Tuhan sang Pencipta.

Melayani serta menghargai sesama bukan berarti memuja dan menyembah, tetapi melakukan tindakan dengan landasan: “Perlakukan orang lain sebagaimana dirimu ingin diperlakukan.”

8 laku yang ini bila secara utuh dilakukan, baru bisa dinyatakan: Laku Yoga untuk mensucikan Diri.  Sebagaimana disebutkan oleh Krishna di atas. Setelah semuanya dilakukan, baru kemudian terjadi penyatuan Agung. Sulit? Jelas sulit karena dibutuhkan laku seumur hidup. Banyak jebakan yang bisa menggagalkan perjalanan spiritual ini. Bukan part time job. Tetapi purna waktu. Seumur hidup. 

Kesadaran dan perhatian senantiasa dilakukan agar tidak melenceng ke jalur yang armakin menjauhkan. Sadhana atau laku ataupun latihan yang repetitive dan intensive dibutuhkan. Teman seperjalanan yang memiliki visi dan misi yang sama akan sangat membantu. Group ini sangat membantu di kala kita berada di jalan yang melenceng. Seorang pemandu sejati amat sangat dibutuhkan untuk menjewer telinga kita di saat kita lengah.

Tetapi, itulah tujuan utama kelahiran di bumi. Bukan untuk menjadi pemuja kesenangan indrawi……

Tulisan ini sebagai cambuk pengingat bagi diri sendiri. Bukan untuk siapa-siapa. Jika ada pembaca yang beda pendapat, itu tidak salah juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen + sixteen =

Scroll Up