Persembahan paling bernilai

0 Filsafat | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Persembahan

Persembahan adalah sesuatu yang kita berikan secara sukarela; dengan keinginan dan kemauan sendiri tanpa adanya rasa sebagai kewajiban. Persembahan bagi yang kita cintai berarti memberikan sesuatu yang paling berharga. Dalam kehidupan sehari-hari pun kadang kita memberikan yang tidak lagi kita butuhkan. Mungkin kita memberikan pada seseorang yang kita cintai pun masih berpikir untung dan rugi. Inilah cinta yang harapkan balasan.

Bagi Dia Sang Khalik Yang menghidupi, kita bisa mempersembahkan apa? Dalam buku Live Love Laugh by Maharshi Anand Krishna:

Apa yang mungkin bisa kau persembahkan pada Gusti, Sang Pemilik Tunggal segalanya! Pesembahkan egomu yang merasa bisa mempersembahkan sesuatu.

Ego

Ya, hanya ego yang bisa persembahkan kepada Dia Sang Pemilik alam. Ego inilah harta yang paling bernilai bagi kita. Adanya ego membuat dunia kacau. Setiap orang dengan egonya ingin berkuasa tanpa batas. Bahkan kita merasa bisa menentukan nasib kita. Kita lupa bahwa keberadaan kita saat ini hanyalah bukti bahwa kita sakit. Nah yang menjadi permasalahan besar adalah bila orang sakit ketemu dan kumpul dengan sesama yang sakit. Efeknya jelas, kita selalu melihat kesalahan pada orang lain. Kita lupa bahwa ketika bisa melihat sesuatu yang buruk pada orang berarti ada keburukan juga dalam diri kita.

Dengan ego yang kita miliki sering kita menganggap bahwa ketika sedekah yang kita lakukan merupakan sesuatu yang yang telah kita persembahkan. ‘Aku memberikan sedekah ini…….’. Masih adanya kata ‘aku’ saja sudah membuktikan bahwa ego kita menguat. Rasa kebanggaan bahwa kita bisa mempersembahkan membuat kita semakin jauh dari Sang Sumber Agung.

Persembahan ego kita yang paling berharga bagi Dia. Ego adalah harta yang paling bernilai kita miliki.

Dia Yang berkarya

Para leluhur kita mengajarkan bahwa bila kita mampu mempersembahkan ego memiliki makna bahwa segala sesuatu karya adalah karya Nya. Kita hanyalah pelaku. Ya bagaikan seruling. Atau pun patung. Kebebasan untuk mempersembahkan ego kita miliki, tergantung: ‘Beranikah kita?’

Semakin Kita Bisa menghilangkan ego, perbuatan kita semakin mulia; tentu mulia dihadapan-Nya. Bukankah Jesus juga pernah menyampaikan:

Barang siapa yang bisa merendahkan diri dihadapan-Nya akan ditinggikan oleh Dia.

Pesan Jesus ini yang mesti kita terapkan dalam Kehidupan sehari-hari untuk kebahagiaan diri sendiri. Ya, hanya dengan tiadanya ego, maka cinta akan tumbuh dengan subur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seven + 7 =

Scroll Up