Pola Pendidikan Gurukul……

0 Filsafat | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Pendidikan Gurukul

Sistem Pendidikan Gurukul adalah model menempatkan anar di padepokan atau asrama. Sekarang mungkin seperti pesantren. Inilah pendidikan yang paling tepat. Memisahkan si anak dengan orangtuanya. Pola atau sistempendidikan ini sesungguhnya sudah dikenal oleh leluhur kita. Inilah sistem pendidikan peradaban nusantara.

Namun yang harus diketahui adalah persayaratannya harus memahami benar akan sifat dasar anak. Dengan kata lain, pembina atau pengasuh dari asrama sekolah tersebut menyadari bahwa proses pembongkaran memori masa lalu si anak. Karena sesungguhnya tidak satu pun anak lahir dalam keadaan putih polos. Setiap orang yang lahir ke bumi karena tumor.

Karma Masa Lalu

Dalam setiap kelahiran kita dapat dipastikan akan lahir dalam suatu keterikatan masa lalu. Demikian juga ketika kita lahir melalui rahim seorang ibu. Dipastikan ada hubungan karma yang harus dibereskan dengan orangtua kita. Oleh karenanya, kehadiran sistem pendidikan Gurukul dibutuhkan.

Seorang Guru Sejati yang ada dalam Gurukul adalah seorang yang tabu potensi dagar si anak. Sesungguhnya setiap orang memiliki potensi dasar yang satu dan sama. Hanya cara mengolah sita pasar si anak yang berbeda satu dengan lainnya. Di sinilah peran Sang Guru Sejati.

Secara lengkap penjelasan tentang pendidikan tepat ada dalam video di bawah ini:

Guru yang melakukan pendidikan di Pola Pendidikan Gurukul menarik si anak dari cengkaraman sistem karma masa lalu si anak dengan orangtuanya. Dengan kata lain, Sang Guru berupaya membongkar atau memutuskan lingkaran karma masa lalu.

Sistem Pendidikan Yang Tepat

Hal yang harus disadari oleh para orangtua adalah bahwa kasih berbeda dengan kasihan.  Kebanyakan orangtua merasa berat berpisah dengan anak. Padahal pikiran seperti ini sesungguhnya sedang menjerumuskan anak kita. Tampaknya kejam memisahkan anak dari kita dan kemudian menyerahkan ke suatu sekolah yang berbasiskan pola Gurukul. 

Serahkan pendidikan anak kita pada seorang tepat. Para guru yang memahami tujuan kelahiran manusia ke bumi. Ya, menjadi manusia atau mengembangkan sifat kemanusiaan dalam diri kita merupakan tujuan keberadaan kita di bumi ini.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × five =

Scroll Up