Sadar dulu baru Percaya atau Percaya baru sadar?

0 Inspirasi | Kesehatan | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Sadar

Sadar harus didapatkan terlebih dahulu, baru dilanjutkan dengan percaya. Untuk menjadi sadar, seseorang harus mengetahui bahwa dirinya selama ini tidak sadar. Ia. bisa melihat bahwa kekacauan di sekitarnya terjadi dari adanya ketidaksadaran. Sebagaimana seseorang pergi ke dokter untuk berobat, yang pertama harus dirasakan adalah bahwa dirinya sakit. Ia pergi kepada seorang dokter untuk disembuhkan. Kesadaran menjadi faktor utama untuk percaya.

Kita semua pernah merasakan sakit. Pengalaman seseorang yang sakit adalah rasa yang tidak nyaman. Demikian pula seseorang yang masih merasa nyaman berada di suatu lingkungan yang sedang tidak sehat berarti ia belum meyadari bahwa dirinya sakit.

Lingkungan Sehat

Suatu lingkungan yang sehat atau waras adalah lingkungan yang mengerti bahwa kepentingan bersama lebih utama dibandingkan kepentingan sendiri. Untuk memahaminya bukanlah hal yang mudah. Adanya kepedulian terhadap orang lain atau sesama merupakan hal yang tidak bisa ditawar lagi.

Mereka yang merasa paling benar, pada umumnya tidak peduli terhadap kepentingan orang banyak. Bukan hanya lingkungan perkotaan, tetapi pada akhirnya global. Karena lingkungan global terdiri dari negara-negara. Negara terdiri dari masyarakat; dan pada ujung paling akhir adalah per-orangan.

So, individu yang peduli akan lingkungan sehat adalah per-orangan yang mengutamakan kepentingan umum.

Percaya Buta

Ya, suatu kepercayaan memang buta. Kalau percaya tidak buta berarti ia belum percaya. Misalnya, seorang anak sangat percaya bahwa wanita yang memeliharanya selama ini adalah ibunya. Padahal ia tidak pernah melihat bahwa dirnya dilahirkan oleh wanita tersebut. Ia percaya buta terhadap yang dikatakan lingkungan.

Kepercayaan menjadi sesuatu yang menakutkan adalah kepercayaan yang tidak sadar. Bila seseorang yang belum berkesadaran memiliki kepercayaan, kacaulah dunia. Mereka yang tidak mengetahui bahwa dirinya sakit tentu tidak ke dokter untuk berobat. Ia percaya bahwa dirinya sehat. Dengan kata lain sesungguhnya ia belum memiliki kesadaran akan keadaaannya sendiri.

Dunia yang damai

Memang hanya suatu cita-cita yang tidak bakal terwujud. Karena sesungguhnya setiap hadir ke dunia karena memang sedang sakit. Bagaimana mungkin kedamaian dunia terwujud bila yang hadir atau berada di dunia ini sedang berobat untuk menjadi sehat?

Banyak para suci dan utusan-Nya sudah hadir ke bumi, tetapi belum terjadi juga kedamaian. Ya, kita harus mendapatkan kesadaran diri baru percaya. Bukan precata baru menjadi sadar.

Dari buku Neospirituality &Neuroscience by Anand Krishna: Yang penting adalah kepercayaan yang sadar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fourteen + nine =

Scroll Up