Saya Seorang Munafik……

0 Ayur Hypnotherapy | Kesaksian | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Banyak orang pamer punya ini dan itu. Kita lakukan semata hanya ingin pamer unggul. Baik pada kepemilikan benda maupun ketrampilan dan juga agama. Walaupun aneh dan sangat aneh jika yang dipamerkan agama. Jelas si pemamer ini tidak faham tujuan dari agama. Ia tidak yakin serta percaya bahwa Tuhan itu satu adanya dan memiliki sifat yang adil dan kasih…

Kembali masalah pamer. Sebaik apapun benda yang kita miliki, itu masih di dunia benda. Bagaikan ikan. Ada yang satu merasa lebih baik dan indah dari yang lain, toh semuanya masih ada dalam dunia air. Belum beranjak ke alam lain. Kita pun demikian. Selama pikiran kita masih terisi masalah saling mengungguli berarti kita masih terjebak dalam alam kebendaan. Karena belum pernah ada dari ajaran bahwa ajaran yang disampaikan lebih baik dari yang dulu. Jika ada yang membantah bahwa yang terakhir adalah yang sempurna karena kondisi masyarakatnya sudah berkembang.

Inilah kebodohan saya. Memburu harta benda dan kekuasaan. Toh semuanya akan ditinggalkan di dunia? Sementara jiwa ku bukanlah makhluk dunia. Ia adalah penghuni alam lain. Adapun saat ini ia terjebak dalam badan serta pikiranku. Ia terjebak dalam angan manusia. Ia terpenjara dalam pikiran manusia. Ia bebas jika antara pikiran dan badan sudah sinkron menyadari bahwa dunia ini bukanlah tujuan. Jalan sarana untuk membebaskan sang jiwa.

Banyak orang mengatakan tidak sempat untuk melakukan olah jiwa atau meditasi. Siapa yang menggunakan kata ‘tidak sempat’? Diri sendiri juga . Dengan kata lain ia menutup diri untuk melakukan sesuatu langkah meninggalkan alam kebendaan yang sesungguhnya bukanlah alam sang jiwa. Bukan Tuhan yang menutup langkah manusia menuju alam kebebasan sang jiwa. Si manusia itu sendiri yang mengingkari perjalanan atau path nya. Lucunya, ia selalu menyalahkan Tuhan dengan berkata: “Ini takdirku….”

Pencaharian pembenaran adalah kelemahan sifat manusia. Nabi juga manusia… Seseorang bisa saja berkata bahwa ia pengikut dan penyembah nabi. Tapi coba saja ia diajak melakoni sifat para nabi yang gemar memaafkan, apa jawabnya? Ringan mulutnya berkata: “Itu khan nabi yang diberikan berkah kesucian” Semua dilakukan demi mempertahankan sifat keras kepala dan ingin menikmati kenyamanan dunia.

Mudah berkata mengikuti perintah nabi, tapi segala perbuatannya hanya memperturutkan kemauannya sendiri. Dengan kata lain: Ia adalah manusia munafik…

Sedikit sekali manusia jujur dan tidak munafik.

Saya pun saat ini munafik….
Bagaimana tidak, pikiran lain badan di tempat lain….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − 11 =

Scroll Up