Sekeliling kita adalah buah pikiran…..

Yup…. Memang ada yang bukan kepanjangan hasil pikiran yang berada di sekitar kita? Semua buatan manusia sekitar kita adalah buah dari hasil pemikiran. Jangan-jangan kita dan benda alam termasuk manusia, hewan serta tumbuhan juga buah hasil pemikiran Tuhan? Siapa yang tahu???

Selama hidup juga tidak bakalan tahu sebagaimana si meja, kursi, televisi, dan lain-lain ciptaan manusia tidak bakal tahu mereka merupakan hasil pemikiran manusia. Namun jangan lupa bahwa pikiran manusia adalah energi yang bervibrasi ke alam semesta. Vibrasi pikiran merupakan energi yang tidak bakal hilang dan tersimpan di semesta. Bukankah setiap detik, bahkan sepersekian detik kita hidup bagaikan lembaran halaman yang merekam setiap kegiatan manusia?

Mengapa demikian? Karena tidak satupun pikiran manusia bisa lenyap begitu saja tanpa rekaman di semesta. Mau bukti?

Perhatikan pikiran para bijak. Dari zaman dahulu sampai sekarang tetap sama. Hanya masanya berbeda. Tiada sesuatu yang baru. Semua pengulangan yang berkisar bertanya: Siapa sesungguhnya diriku? Mengapa mesti lahir di dunia? Apa tujuan kelahiran ke dunia?

Bagaimana dengan pesawat terbang yang super modern? Apakah juga rekaman dari masa lalu? Mengapa tidak? Banyak bukti di mwah Google tentang hal ini…

Mungkinkah bumi yang berumur milyaran taun hanya di huni oleh manusia yang sekarang kita kenal? Banyak bukti yang ditemukan bahwa senjata nuklir yang belum lama ditemukan juga pernah digunakan era perang Mahabharata. Di dekat kota Baghdad masih bisa dijumpai radiasi dari nuklir. Bagaimana mungkin memotong batu demikian halus dan rata pada piramida tanpa alat tertentu? Bayangkan jika digosok denga tangan, berapa lama dan apakah mungkin presisinya demikian akurat.

Sering kita lupa bahwa udara sekitar kita berupa gelombang informasi. Hubungan manusia melalui telepon berdasarkan gelombang. Karena frekuensinya sama, kita bisa berkomunikasi dengan alat yang disebut telepon. Zaman dahulu, nenek moyang kita menggunakan frekuensi gelombang pikiran untuk berkomunikasi yang disebut telepati. Prinsip kerjanya sama, keselarasan frekuensi.

Perhatikan saja saat kita menuliskan sesuatu, kadang-kadang tanpa kita sadari menuliskan sesuatu informasi yang menurut kita baru. Mengapa hal ini bisa terjadi? Saat kita tidak menggunakan pikiran, jangkauan pikiran terbatas. Ketika menulis tanpa menggunakan pikiran, saat itu terjadi keselarasan dengan gelombang semesta. Informasi masuk begitu saja.

Para master atau para suci zaman dahulu, mungkin juga saat ini ada di sekitar kita bisa menuangkan informasi dalam bentuk tulisan. Mungkin hal ini disebutkan sebagai imajinasi. Tetapi pakah imajinasi bisa terjadi begitu saja?

Perhatikan para ahli filsafat zaman dahulu sampai sekarang. Mereka mendapatkan informasi dari alam sekitar kita. Yang mereka tuliskan adalah hasil renungan setelah melihat proses yang terjadi dari alam sekitar kita.

Sayangnya, kita seringkali membuang waktu untuk berargumentasi ketimbang merenungkan hal yang indah dan mengagumkan di sekitar kita. Pikiran kita banyak terserap untuk membesarkan egoisme. Kita lupa bahwa penderitaan yang kita alami saat ini sebagai akibat ulah kita yang membesarkan ego.

Kita lupa bahwa keberadaan kita di bumi bukan untuk membesarkan ego. Namun sebaliknya untuk memusnahkan ego. Selama ego eksis, Dia tidak eksis. Sang jiwa yang tekurung badan (Benarkah??) tidak bisa bebas dari penjara pikiran. Gagal lagi jika hal ini terjadi samapi akhir waktu badan mesti kembali ke bentuk aslinya. Tanah, air, api, dan udara….