Seks……….

0 Inspirasi | Kesehatan | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Seks

Begitu disebutkan kata seks, maka yang terbayang oleh kita semua adalah tentang segala sesuatu yang berkaian dengan genital. Atau hubungan badan. Namun sesungguhnya bila kita mau memahami lebih dalam tentang kearifan leluhur, seks bukan hanya tentang hubungan badan.

Begitu juga ketika seseorang mendengar istilah Kama Sutra. Yang tergambar dalam pikirannya tentang hubungan intim antara pria dan wanita. Padahal pengertian kama bukan demikian. Ya, makna kama adalah tentang keinginan atau hubungan.

Letak Seks

Ia terletak dalam otak manusia. Ia merupakan bagian dari pikiran. Pada suatu ketika, saya berbincang dengan sekelompok orang. Ketika saya tanyakan ada berate orang yang belum pernah melakukan yang berkailan dengan seks. Ada beberapa orang mengangkat tangan.

Ya, mereka yang mengangkat tangan lupa bahwa ketika bagian sensitifnya mulai terangsang tidak terjadi secara spontanitas. Tetapi karena sesungguhnya ada proses. Dalam pikiran sudah terjadi reaksi kimia secepat kilat bahwa bila melihat sesuatu yang berkaitan dengan genitalnya akan dirasakan sensasi seperti ini.

Semuanya terjadi dalam sekejap. Dan di atas segalanya, segala sesuatu rasa kenikmatan sudah ada dalam memori. Rangsangan ini bermuara adanya olahan informasi yang terdapat dalam otak/pikiran.

Memori

Segala sesuatu yang berkaitan dengan kenikmatan indrawi telah ada dalam pikiran manusia. Tidak ada yang terjadi secara tiba-tiba. Begitu ada pemicu, maka rekaman yang ada hubungan dengan kenyamanan indrawi muncul ke permukaan. Inilah insting hewaniah. Dan bila Tidak ada neocortex yang memiliki kemampuan untuk menimbang perbuat tepat dan tidak tepat, maka yang terjadi adalah dorongan nafsu hewani. Nafsu dorong seperti ini digolongkan nafsu raksasa.

Sifat ke-raksasaan ada dalam setiap manusia. So, dalam diri manusia ada sifat raksasa dan dewa. Sifat raksasa didorong oleh ketamakan diri sendiri. Segala sesuatu yang berorientasi pada kepentingan golongan, kelompok serta diri sendiri. Pendek kata, demi diri sendiri. Budak materi……….

Sedangkan sifat ke-dewaan segala sesuatu yang bersifat memberi. Inilah sebabnya leluhur kita menghormati pohon, air, matahari dan semua alam. Sifat dewa bersinar dan menyinari. Memberikan cahaya penerangan, itulah sifat ke-dewaan. Bukan alam di sekitar kita telah memberikan kita kehidupan?

Ketika kita mengembangkan sifat ke-dewaan atau keselarasan diri dengan alam semesta, maka kita hidup sehat dan damai. Sebaliknya kita akan mengalami penderitaan……..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × four =

Scroll Up