Sepertinya sibuk, tetapi sesungguhnya mati di tempat……

0 Ayur Hypnotherapy | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

 

Banyak sekali orang yang tampaknya sangat sibuk, tapi sesungguhnya mereka jalan di tempat atau bahkan mundur. Ini saya tinjau dari sudut pandang evolusi jiwa. Banyak sekali orang tidak menyadari tentang tujuan hidupnya sehingga mereka sangat sibuk di urusan duniawi.

Sadarkah bahwa sesungguhnya kita di bohongi Tuhan Sang Pemilik Semesta…… Bayangkan, anda sangat sibuk dengan duniawi, menghias rumah, gedung, kantor dan lain2. Saat mati, adakah sesuatu yang kita bawa dari semua yang sudah anda lakukan??? Nothing at all !!!!

Jiwamu tetap kering. Keringnya jiwa karena kesibukan duniawi yang sama sekali tidak membantu terjadinya kelembababan atau pertumbuhan kasih dalam jiwa. Jiwa kering karena selama ini sangat disibukkan urusan menghias dunia.

Lupakah anda, saat mengurusi kesibukan dunia jiwa menjadi kering karena irihati, dengki, serakah dll yang berkaitan hanya untuk memenuhi keinginanmu yang berlebihan… Banyak orang yang tidak faham atau tidak dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Keinginan yang berlebihanlah yang menimbulkan keserakahan. Jika tidak memperolehnya kemudian sakit hati. Aneh bin ajaib, cari lain kambing hitam: TUHAN TIDAK ADIL!!!!!!!! Kesibukan seperti ini sangat tidak bermanfaat bagi jiwa. Keringlah jiwa ini.

Bagaimana cari kesibukan yang melembabkan jiwa???

Ada tiga hal yang mesti dilakukan untuk itu. Inilah yang disebut jalan spiritualitas. Ke tiganya adalah :

1. Olah Diri

2. Melayani sesama.

3. Memuji nama Dia Yang Maha Mulia.

Olah lah dirimu dengan berbagai macam latihan spiritual. Pembersihan emosi adalah proses olah diri. Emosi ini yang menghambat atau mengotori sang Jiwa yang ada dalam diri. Setiap saat berhubungan dengan orang yang tentu saja berkaitan dengan kesibukan mencari duit, tentu berinteraksi dengan hal-hal yang berkaitan untung-rugi. Nah, tidak disangkal lagi pasti kecewa dan marah hasilnya. Emosi-emosi seperti inilah yang mesti dibersihkan. Emosi ini akan menutupi keterhubungan kita dengan energi ilahi. Energi emosi ini sangat menghambat pancaran energi ilahi yang sesungguhnya terus menerus mencurah ke diri manusia. Sayangnya manusia sendiri yang menutupinya. Inilah yang dimaksud dengan hijab. Manuasia sendiri yang menutupinya. Bukan Dia Yang Mahasuci….

Melayani sesama adalah bentuk pengakuan kita bahwa Allah berada di mana-mana. Di dalam setiap insan bersemayam Tuhan. Tiada mungkin selembar daunpun bergerak di luar kuasa Allah. Jadi segala bentuk pelayanan seharusnya di tujukan untuk melayani Dia yang bersemayam di dalam setiap insan. Dia Mahatahu, jangan ragukan ini sehingga kita melakuykan pelayanan terhadap sesama benar-benar dilandasi dengan kecintaan terhadap Dia. DO GOOD BECAUSE YOU ARE GOOD. Inilah yang disebut ALTRUISME. Bekerja tanpa pamrih. Lakukan sebagai perbuatan untuk melayani Tuhan. Inilah yang dimaksud dengan ungkapan rasa syukur yang sesungguhnya. Kita lakukan sebagai ungkapan syukur dengan menerima segala anugerah dan berbagi (Kasih) kepada yang lain sehingga mereka yang menerima juga berucap: Alhamdulillah…..

Dzikir atau selalu menyebut namanya akan melembutkan hati kita. Tentu saja ini bisa dilakukan bukan hanya dengan mengucapkan berulang kali nama Dia, tapi bisa dilakukan dengan menyanyikan lagu pujian. Lagu pujian ini akan sangat membantu melembutkan jiwamu. Inilah hati yang lembab. Pengulangan pengucapan nama Allah dengan tanpa menghitung akan sangat membantu terjadinya peningkatan kelembutan jiwa. Lakukan dzikir dengan disertai laku. Misal kita melakukan dzikir dengan mengulang asma AR-RAHMAN lakukan juga dengan sifat yang sesuai :Maha Kasih. Karena keterbatasan kita, marilah kita mulai dengan mengasihi sesama ciptaan Tuhan. Dengan tidak merusak lingkungan dan menyakiti sesama….Inilah kesibukan yang bisa menghapuskan penyakit jiwa: IRIHATI, DENGKI, MARAH, dan KECEWA. Inilah kesibukkan sesungguhnya untuk peningkatan perjalanan jiwa. Sehingga tidak ada lagi kita di bawah pengaruh waktu. Selama ini kita sibuk dikuasai waktu bukan penguasa waktu….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six − 3 =

Scroll Up