Sepi ing pamrih, Rame ing gawe……….

0 Meditasi No Comments

Sepi ing Pamrih

Sepi ing pamrih berarti tidak mengharapkan imbalan atau balasan ketika berbuat baik terhadap sesama. Ramai ing gawe berarti sibuk bekerja melayani sesama makhluk. Bukan hanya meayani manusia, tetapi juga malayani alam semesta; dalam arti memelihara agar terjaga keberlangsungan kehidupan. Ketika kehidupan terjaga keberlangsungannya, manusia juga tetap bisa bertahan untuk hidup.

Di sekitar kita banyak yang melakukan. Misal banyak kita temui berita bahwa sekelompok orang melakukan pembersihan sampah atau limbah plastik di pantai tanpa harapkan pengakuan dari orang lain. Ia atau mereka melakukan semata rasa bahagia ketika melakukan atau adanya kepedulian bahwa banyak orang bisa bahagia ketika pantai jadi bersih.

Mari kita simak penjelasan relevansi penjelasan saya dalam video di bawah ini:

Kearifan Lokal

Inilah kearifan leluhur kita; Sepi ing pamrih Ramai ing gawe. Para leluhur kita amat sangat memahami bahwa Tuhan bukanlah di tempat jauh di atas sana. namun Dia maha dekat adanya. Dan korelasinya amat sangat jeas: Kasih.

Kegiatan yang berlandaskan rasa kasih ini disebut Sepi ing pamrih. Dan tanpa sadar sesungguhnya perbuatan semacam ini membuat mereka menjadi lebih sehat. Dalam video di atas dijelaskan bahwa Ketika melakukan perbuatan yang membuat orang lain bahagia, ada hormon tertentu yang tercipta sehingga membuat sel-sel sehat berkembang dan mendesak sel buruk.

Alam Gaib

Selain itu, sejatinya di alam roh pun ada kekuatan yang siap membantu:

Alam ini penuh dengan makhluk-makhluk halus, roh-roh yang senantiasa siap sedia untuk membantu para pemberani. Mereka tegas, penuh semangat, dan berkarya. Mereka adalah jiwa-jiwa agung, mulia, dan jauh berada di atas kita. Mau menyebutnya malaikat, silakan. Mau menyebutnya dewa, silakan. Mereka membantu siapa saja yang berada pada “frekuensi” yang sama, gelombang yang sama dengan mereka. (Spiritual Astrology by Anand Krishna)

Gelombang alam semesta adalah saling berbagi kebahagiaan. Tidak usah berpikir bahwa tanpa uang kita tidak bisa berbagi. Rasa ketulusan untuk membantu sesama merupakan sesuatu hal yang paling mudah kita bagikan. Sesungguhnya kita sangat kaya adanya. Rasa miskin menjauhkan kita dari seseorang agar tetap sehat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty − two =

Scroll Up