Siapa kah Pencipta Tubuh Cacat atau Derita???

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Inspirasi | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Spontan banyak orang akan menjawab: ” Itu kehendak Tuhan lah…”

Jawaban yang pendek tetapi tidak tepat….

Yang pasti pencipta kesengsaraan atau cacat atau penyakit di usia masih muda adalah diri sendiri.

Koq bisa????!!!!

Bukankah tertera di dalam semua kitab suci bahwa setiap insan harus bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri.

Mari kita renungkan….

Hari Minggu tanggal 10 Mei 2015, beberapa teman dari Anand Ashram berkunjung ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Mereka menemukan begitu banyak anak yang masih sangat muda bahkan anak-anak menderita jenis penyakit yang semestinya hanya diderita oleh orang dewasa. Gejala apakah ini?

Menurut data RSCM, penderita penyakit sejak dini semakin meningkat.

Apakah ini hukuman Tuhan?

Apa kepentingan Dia?

Bukankah Dia yang menciptakan kita?

Jika ya, mengapa mesti dihukum?

Dan jika Dia menghukum kita, bukankah Dia melanggar hukum Nya sendiri?

Namun jika ada yang menjawab bahwa hukum tersebut bagaikan aturan yang melekat pada setiap insan, artinya bukan Tuhan yang menghukum. Tetapi aturan tersebut sudah jadi hukum yang melekat pada diri setiap insan yang lahir di bumi.

So????

Setiap orang sudah tahu akan adanya hukum tersebut. Tetapi mengapa masih melanggarnya? Dengan kata lain, orang yang melanggar tidak takut atau bahkan tidak percaya akan hukum Tuhan. Artinya???

Banyak orang tidak percaya Tuhan eksis. Jika banyak yang percaya Tuhan ada, dapat dipastikan bumi jadi damai.

Yang kita alami adalah rasa penyesalan terhadap perbuatan masa lalu. Demikian pula, mereka yang sedang mengalami sakit atau cacat tubuh adalah upaya orang tersebut menebus kesalahan masa lalu.

Koq Bisa????

Perhatikan quote di bawah ini:

” Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak tahu tentangnya,

karena sesungguhnya penglihatan, pendengaran dan hatimu akan dimintai

pertanggungjawaban”

(OS 17:36)

Banyak bukti menjelaskan bahwa menjelang seseorang menghadapi alam kematian, dalam sepersekian detik si orang tersebut flash back segala pengalaman ketika hidup. Karena saat akan lahir ada keinginan untuk meningkatkan kualitas kesadaran, maka ia punya standar. Dan ternyata segala perbuatannya di bumi tidak sesuai dengan standar keinginan sebelum lahir.

Dan bila dalam kehidupan sebelum meninggal ternyata orang tersebut telah melakukan perbuatan yang membuat orang lain sengsara, misalnya: Menyiksa tubuh orang lain dengan sadis dan kejam, bukan kah ia harus menerima buah dari akibat perbuatannya?

Atau perbuatannya telah membuat orang jadi cacat atau banyak orang menderita, pantas lah ia menerima balasannya. Inipun atas kesadaran si roh. Roh saat itu amat sangat jujur.

Sepertinya, saat seseorang akan meninggal jadi amat sangat jujur. Ia amat sangat sadar akan konsekuensi perbuatannya. Oleh karenanya, orang tersebut telah menentukan sendiri hukuman seperti apa yang akan dijalaninya ketika mendapatkan kesempatan untuk menebus kesalahan masa kehidupan lalu.

Dengan kesadarannya saat jelang kematian, ia menciptakan hukuman bagi dirinya sendiri saat lahir di bumi.

Bukan kah hidup kita saat ini adalah sebab masa lalu?

Sekaligus kita sedan menciptakan akibat di masa depan.

So, jika kita ingin senang atau bahagia, marilah kita hidup baik dan saling mencintai sesama. Janganlah membuat orang lain menderita. Semua peringatan telah ada di kitab suci yang ditinggalkan para nabi dan avatar. Semua peringatan berasal dari sumber yang SATU dan sama…

Buruk dibalas buruk…

Baik dibalas baik….

Tidak mungkin buruk ditebus dengan kebaikan……

Inilah hukum alam yang tak terbantahkan…..

Mari kita sebarkan bahwa tiada seorang pun bisa menanggung kesalahan kita kecuali kita sendiri….

Hati-hati terhadap perbuatan kita…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty + fourteen =

Scroll Up