Sinkronisasi Jiwa….

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Sinkronisasi Jiwa

Selama ini kata ‘Sinkronisasi Jiwa’ tidak dikenal. Yang kita kenal hanya sebatas sinkronisasi dengan badan dan emosi/pikiran.

Sebelum kita melanjutkan, kita harus tahu dulu makna kata ‘sinkron’ Sinkron berarti ada dua hal yang selaras. Misalnya, suatu ketika anda berpikir tentang suatu angka, misal 12.34. Kemudian anda secara tidak sengaja melihat ke arah jam, dan anda melihat jarum menunjukkan angka pas, 12.34. Contoh lain: anda memikirkan mobil merah yang tentu muncul tanpa ada kehendaki, dan kemudian tampak atau mobil warna merah lewat. Ada suatu pikiran dalam diri anda, dan kemudian benda di luar diri tampak atau ada.

Seorang teman saya memiliki pengalaman senada. Suatu ketika ia akan pergi suatu tempat. Tiba-tiba seakan ia mendengar bisikan untuk membeli sesuatu barang. Dan secara intuisi, ia membeli barang tersebut dan dilekatkan pada tubuhnya. Dan ketika ia tiba di tempat tersebut ada suatu kejadian yang bisa membahayakan dirinya. Percaya atau tidak, ia selamat. Setelah ia merenungkan kembali, ia baru sadar bahwa benda yang sebelum berangkat dibeli memiliki daya untuk melindunginya. Ini juga diperolehnya dari referensi bacaan. Ada sinkronisasi dari dalam dan benda di luar dirinya.

Bisa juga mungkin anda mengalami sesuatu. Anda merasakan sesuatu yang seakan makhluk halus. Dan ternyata dari beberapa orang mengatakan bahwa tempat tersebut angker. Ada seseorang mengalami kecelakaan dan sering menampakkan diri.

Kebanyakan bisa mengalami sinkron dengan sesuatu di luar tubuh, tetapi pada batas lapisan fisik dan mental/mind. Sementara, sesungguhnya bila kita mau sadar bahwa pada tubuhnya pada diri kita ada 5 lapisan kesadaran. Kesadaran fisik, energi/prana, mental/mind,  intelejensia, dan Kesadaran Murni.

Jalan para Yogi

Yang menjadi pertanyaan adalah: Mungkinkah kita sinkron pada lapisan Jiwa, sesuatu yang paling tinggi; Sang Maha Jiwa?  Atau sinkronisasi jiwa. Tentu bisa. Ini cara atau jalan yang dibuat oleh para Yogi.

Para Yogi dari peradaban Hindu, yang paling terkenal adalah Resi Patanjali; seorang Maestro Yoga mengetahui fenomena tentang sinkronisasi lapisan fisik dan mental. Dengan menggunakan pola sama pada sinkronisasi lapisan fisik dan mental, mereka membuat suatu idol atau sosok yang ideal.

Sosok ini tentu yang memiliki sifat atau kualitas jiwa yang mulia atau ilahiah. Ini sebabnya ada dewa yang berbentuk hewan: gajah, monyet, dan singa. Mengapa bentuk hewan?

Karena dalam diri manusia ada memori kuat tentang hewan. Jadi dengan menciptakan idol/patung hewan lebih dekat pada diri kita. Hanya hewan yang ada ditingkatkan kualitas sifat kemuliaannya. Gajah dijadikan dewa gajah. Dewa gajah memiliki sifat mulia yaitu kebijaksanaan. Dengan selalu mengingat pada dewa gajah, maka kita berusaha untuk sinkron dengan sifat gajah yang mulia.

Jadi singkat kata, bila kita memiliki kemampuan untuk sinkron yang masih pada lapisan fisik dan pikiran/mental, kita mesti berupaya menaikkan ke lapisan paling tinggi; lapisan Kesadaran Murni atau Sang Jiwa Agung. Karena dari sanalah kita bersal.

Lebih dalam, mari kita lihat video di bawah ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen + 7 =

Scroll Up