Tafsir Berita baik………..

0 Ayur Hypnotherapy | Filsafat | Meditasi | Pengembangan Diri No Comments

Tafsir Berita baik

Tafsir Berita baik adalah penafsiran berita yang diperuntukkan seluruh makhluk, baik hidup maupun mati. Mati dalam arti tidak bisa mengerti secara harfiah. Segala sesuatu yang bisa membuat atau membuat seluruh makhluk hidup dalam kedamaian serta ketenangan adalah berita yang pantas bagi setiap insan.

Biasanya hal ini disampaikan oleh utusan Nya. Karena berita bagus tersebut tentu membawa kebaikan bagi kehidupan di alam yang diciptakan Nya. Tidak disangkal dan perlu dipertanyakan lagi, tentu berita bagi kebaikan oleh semua karena Dia menyampaikan sesuatu juga bagi kepentingan ciptaan Nya. Bahkan, bila kita mau merenungkan lebih dalam lagi, sejatinya pesan mulia ini demi diri Nya sendiri yang terjebak dalam tubuh manusia.

Salah Persepsi

Sayangnya, banyak pengikutnya tidak memahami bahwa pesan dari utusan Nya diperuntukkan bagi umum atau bersifat universal sehingga bisa saja ditafsirkan oleh siapa saja. Bahkan karena begitu dangkal pemahaman yang diterima, ada sebagian orang mencela bila pesan yang dianggap hanya milik golongan atau kelompoknya ditafsirkan oleh yang orang yang bukan se-golongan.

Persepsi inilah yang pada akhirnya membuat pesan menjadi sangat sempit. Golongan yang merasa bahwa hanya orang yang segolongan saja diperbolehkan membuat tafsir akan mengekerdilkan pesan mulia yang terkandung di dalamnya. Mereka lupa bahwa hal ini terjadi karena rasa ketakutan yang betrayal dari dirinya sendiri.

Kedangkalan pikiran

Permata tetap permata walaupun jatuh ke dalam lumpur. Demikian pula dengan pesan mulia. Walaupun ditafsirkan ulang oleh yang bukan se-golongan, saripati pesan mulia akan tetap mulia. Bahkan akan memberikan warna beda, namun tetap ada keindahan yang sejati. Hanya bungkusnya sedikit berbeda, esensinya tetap.

Rasa khawatir berasal dari pikiran yang gelap. Dengan kata lain, sesungguhnya mereka yang merasa takut belum secara utuh memahami kemuliaan yang terkandung dalam pesan tersebut. Ia tidak memiliki keyakinan terhadap pesan mulia atau berita baik tersebut. Kedangkalan pikirannya telah membuatnya gelap sehingga melarang atau mencela orang yang bukan se-golongan membuat tafsir berita baik dimengerti secara luas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 4 =

Scroll Up