Tanpa Guru Sejati berbadan, hilanglah pelita kebenaran…

Guru Sejati Berbadan

Banyak orang tidak akan menyetujui bahwa kehadiran seorang Guru Sejati Berbadan amat sangat dibutuhkan. Saya bisa memahami, karena saya sudah mengalaminya. Namun seiring dengan perjalanan waktu, pandangan tersebut berubah. Hal ini terjadi  setelah saya melakoni Yoga dan Meditasi cukup lama. Guru saya mengatakan bahwa kelahiran seorang pejalan spiritual terjadi setelah melakoni selama +/- 9 tahun, sama dengan waktu yang dibutuhkan kelahiran seorang bayi.

Seiring dengan perjalanan waktu yang saya lakukan, kebutuhan kehadiran seoorang Guru Sejati Berbadan sangat membantu memicu terjadinya pertumbuhan energi kasih dalam diri. Bila tanpa kehadiran seorang Guru Sejati dengan tubuh kasar, bagaimana bisa menyentuh atau berkenalan dengan sesuatu yang lebih tinggi?

Fanafi Murshid Fanafi Rasul Fanafi Allah

Istilah di atas sangat populer di kalangan para pejalan spiritual atau sufi. Hanya yang sudah bersentuhan dengan Rasul bisa mengenal Rasul. Mengapa???

Karena para Murshid bersentuhan secara fisik dengan para rasul. Ibaratnya kita berteman. Ketika kita berteman dengan seseorang, ia akan mengingat nama dan wajah kita. Memori ingatan ini akan tersimpan. Memori bagaikan software. Hanya bila ada hardware/brain, kita bisa mengubah atau menambah software. So, bila nama serta wajah seseorang tidak dikenal oleh mind atau software tersebut, bagaimana bisa diakses? Tidak setuju? Silakan ditinggalkan. Ini hanya anggapan saya.

Mungkin banyak yang tidak setuju. Ini juga hal yang tidak salah. Saya hanya mengungkapkan pengalaman saya. Hal sama bisa terjadi ketika saya mengatakan bahwa hidup kekinian hanya bisa dirasakan tetapi tidak bisa dijelaskan. Sangkalan atau bantahan bisa terjadi, namun itu pengalaman saya. Anda juga punya persepsi berbeda. Dan saya juga tidak akan menyalahkan. Hal seperti ini memang amat sangat sulit dijelaskan. Jadi hanya bisa dialami.

Bersentuhan secara fisik dengan seorang Satguru akan membantu terjadinya peningkatan kesadaran. Tanpa mendapatkan sentuhan atau kata atau apapun dari seorang guru sejati, kita akan selalu beranggapan bahwa kita benar. Ini sebabnya para avatar, sufi dan para suci hanya bisa menari dan menyanyi. Tarian dan nyanyian itulah kekinian. Ketika rasa menyatu dengan apa yang dirasakan ketika bernyanyi, ia kehilangan mind atau pikiran. Keadaan no-mind yang tidak bisa dijelaskan. Begitu mulai menjelaskan, ia sudah berada di ranah mind. Hilang pula rasa bahagia itu.

Pelita Kebenaran

Kehadiran seorang Guru Sejati Berbadan memberikan contoh bagaimana menyalakan pelita kasih atau kebenaran. Hal yang bisa dilakukan untuk tetap mempertahankan nyala pelita kebenaran. Bila sang murid salah melangkah, maka kewajiban seorang Sadguru untuk memperingatkan atau menyentil. Tanpa sentilan nyata dalam tindakan serta ucapan, kita akan terlena dengan anggapan kebenaran meurut persepsi kita sendiri.

Pelita kasih atau kebenaran yang seperti ini selalu dijaga oleh seorang Satguru atau Guru Sejati. Ia sangat concern terhadap perjalan sang murid. Teguran dan tamparan dari seorang Satguru adalah perwujudan rasa kasih. Kasihan mematikan. Kasih membuat seseorang dewasa sehingga bisa mandiri.

Mari kita simak video lagu di bawah ini. Lagu yang memiliki energi untuk me-uplifting rasa;