Tuhan = Energi???

Siapa yang tahu? Mungkin ada yang mentertawakan, kenapa pula dituliskan jika tidak tahu? Ya karena saya gelisah sekaligus geli jika ada yang mengatakan membela Tuhan. Atau pada umumnya mengatakan secara pasti bahwa ia sudah menyembah Tuhan. Kenal saja tidak, bagaimana bisa memastikan bahwa menyembah Tuhan.

Banyak orang akan menuduh saya, ‘Hey marhento, kamu komunis ya. Tuhan tidak kau percaya.’ Beda bung, antara percaya dan menyembah. Mari kita renungkan!!!!

Siapa yang tahu dan kenal energi? Tidak ada….. Bagaimana kita bisa tahu aliran energi ada atau tidak? Hanya efeknya saja yang kita ketahui. Ketika suatu peralatan listrik bisa menghasilkan cahaya, maka energi listrik ada. Bukan kah ada atau tidaknya Tuhan juga sama? Saat seseorang bisa sepenuh hati melayani sesamanya akan menjadi bukti bahwa orang tersebut merasakan kehadiran Tuhan.

Ketika diperiksa dengan suatu alat diketahui bahwa energi listrik mengalir atau ada, tetapi bohlam atau peralatan listrik tidak bisa beroperasi, maka bisa dikatakan bahwa dalam bohlam ada bagian terputus sehingga aliran energi listrik tidak memberikan efek nyata.

Bukankah demikian juga yang terjadi pada seseorang yang menebarkan kebencian akibat beda pendapat? Aliran energi Ilahi atau Keberadaan Tuhan tetal eksis, tetapi karena hatinya tertutup terhadap aliran kasih Ilahi, berarti ada bagian dari otak belum terhubung sering kehadiran Tuhan dalam dirinya tidak memberikan pengaruh nyata, karena sifat kasih terhadap sesama. Inilah sifat Tuhan semesta alam.

Keberadaan Tuhan tidak perlu diragukan. Oleh karenanya tidak perlu diperdebatkan. Bukankah kita percaya pada matahari, dan yakin bahwa pasti esok hari, matahari akan nongol dari timur. Padahal, kita pun tidak tahu, yang nongol dari timur itu mataharinya atau bumi ini yang berputar. Bisa saja matahari diam, kemudian kita yang mengitari matahari. Pikiran kita yang mengatakan bahwa matahari terbit atau nongol dari timur. Karena kita berada di bumi, maka kita mengatakan bahwa matahari terbit dari timur. Namun, ketika kita bisa berada di luar matahari dan bumi, ternyata bumi yang mengitari matahari.

Tidak seorang pun berbantah bahwa esok matahari akan terbit atau tidak. Karena ke duanya yakin dan percaya bahwa adalah keniscayaan bahwa matahari pasti ada esok hari. Demikian pun manusia yang sudah meyakini dan percaya bahwa Tuhan ada, mereka tidak akan berbantah. Sesungguhnya, keberadaan manusia itulah bukti eksistensi keberadaan Tuhan. Karena hanya manusia yang bisa saling berbantah serta berargumentasi. Tanpa keberadaan manusia, Tuhan tidak ada. Yang ada energi. Tanpa energi kehidupan, manusia tidak bisa eksis atau pun beraktivitas.

Tuhan = Energi.

Bisa ya bisa tidak. Koq bisa? Tergantung pada pemahaman kita. Bila kita bisa memahami bahwa enrgi tidak dikenal serta tidak pernah tidak ada, maka kita bisa meyakini bahwa Tuhan adalah Sang Maha Energi. tetapi jika kita tidak mau merendahkan Tuhan, kita tidak mau atau bahkan marah bila Tuhan diskmakan dengan energi. Seakan kita bisa tau energi itu apa. Padahal yang kita tahu hanya sebatas bahwa akibat aliran energi såja.

Kita kenal energi listrik bukan dari bentuk energi itu sendiri. Kita tahu energi itu ada ketika ia bisa menyalakan lampu. Jadi sesungguhnya, energi listrik yang kita geluti dehari-hari pun kita tidak kenal. Yang kita kenal adalah impact atau hasil kerja energi Bohlam bisa menyala adalah sebagai bukti bahwa energi mengalir.