oleh Marhento | Jan 23, 2018 | Ayur Hypnotherapy, Filsafat, Meditasi, Pengembangan Diri
Tuhan di ‘personakan’ Tuhan di ‘personakan’ oleh sekelompok orang. Golongan ini menganggap Tuhan sebagai sosok. Inilah sebabnya kemudian melahirkan konsep ‘Setan sebagai musuh Tuhan’. Bila kita renungkan, sesungguhnya semua berawal...
oleh Marhento | Jan 22, 2018 | Ayur Hypnotherapy, Filsafat, Meditasi, Pengembangan Diri
Dajjal Sang penjajah Dajjal sang penjajah telah merajalela. Dan yang sangat amat menggelikan, si dajjal ini tidak sadar bahwa dirinya lah si dajjal itu. Bukankah biasanya kita juga begitu? Ketika kita menunjuk orang melakukan kesalahan dengan satu jari, ia lupa bahwa...
oleh Marhento | Jan 21, 2018 | Ayur Hypnotherapy, Filsafat, Meditasi, Pengembangan Diri
Latihan Tidak perlu? Ya, latihan tidak perlu setelah kita yakin dan percaya kepada seorang Guru. Mudah dikatakan, tetapi sulit dilakukan. Karena pada umumnya kita semua masih menggunakan pikiran serta perasaan atau mind dalam kehidupan sehari-hari. Kepercayaan atau...
oleh Marhento | Jan 15, 2018 | Ayur Hypnotherapy, Filsafat, Meditasi, Pengembangan Diri
Anak Manusia Hanya seorang Jesus yang sering menyebutkan bahwa kita anak manusia. Menurut pemahaman saya, mengana disebut sebagai anak manusia adalah karena sesungguhnya kita lahir untuk menjadi manusia. Kita belum manusia. Dengan kata lain, kita sedang tumbuh kembang...
oleh Marhento | Jan 11, 2018 | Ayur Hypnotherapy, Filsafat, Meditasi, Pengembangan Diri
Nol (0) Nol (0) adalah simbol keseimbangan. Mereka yang seimbang berarti diam. Dengan istilah kerennya, menjadi saksi. Segala perubahan tidak akan mengusik ketenangannya. Para master dan para suci yang mulia berada pada tingkat ini. Mereka bisa menjadi pengamat atas...
oleh Marhento | Jan 10, 2018 | Ayur Hypnotherapy, Filsafat, Meditasi, Pengembangan Diri
Tubuh berubah Ya, ketika kita mati hanya tubuh berubah. Dari ada menjadi tiada yang itupun hanya berubah menjadi benda lain saja. Tubuh dikubur membusuk kemudian jadi air dan diserap oleh pohon. Buah pohon kita makan lagi. Yang hidup terus adalah pikiran dan perasaan...