oleh Marhento | Jun 5, 2015 | Ayur Hypnotherapy, Filsafat, Inspirasi, Meditasi, Pengembangan Diri
Kebiasaan leluhur kita, bahkan sampai saat ini pun masih dilakukan, melakukan sesajen atau persembahan kepada alam. Mungkin banyak yang mengatakan hal ini perbuatan yang musyrik. Inilah kata atau sebutan yang sesungguhnya belum mengenal budaya pelestarian terhadap...
oleh Marhento | Jun 5, 2015 | Ayur Hypnotherapy, Inspirasi, Meditasi, Pengembangan Diri
1 + 1 = 2 hanya berlaku untuk benda mati. Apakah otak manusia mati? Tidak temans…. Otak manusia terus berkembang. So, 1 + 1 = 11….. Yes, seharusnya itulah yang ada dalam pemikiran manusia. 1 ketupat ditambah 1 ketupat betul sama dengan 2 ketupat…. 1...
oleh Marhento | Jun 5, 2015 | Ayur Hypnotherapy, Filsafat, Inspirasi, Meditasi, Pengembangan Diri
Hipotesa ke dua adalah bahwa si roh sadar bahwa pemicu dari semua penderitaan adalah kenikmatan indrawi. Misalnya, seseorang lahir dalam keadaan buta. Si roh sadar bahwa selama kehidupan indra penglihatan telah membawa dirinya lupa akan tujuan kelahiran. Maka jelang...
oleh Marhento | Jun 4, 2015 | Ayur Hypnotherapy, Filsafat, Inspirasi, Meditasi, Pengembangan Diri
Seringkali kita menyalahkan Tuhan saat tubuh lahir dalam keadaan tidak sempurna seperti pada umumnya. Apakah karena kehendak Tuhan? Adakah peran Tuhan menciptakan ketidaksempurnaan tubuh seorang anak manusia? Tubuh diciptakan oleh Jiwa individu untuk melakukan peran...
oleh Marhento | Jun 3, 2015 | Ayur Hypnotherapy, Filsafat, Inspirasi, Meditasi, Pengembangan Diri
Pikiran hanya eksis saat ini. Sesaat kemudian, pikiran sudah jadi memori atau ingatan. Ketika otak masih ada, pikiran masih bisa eksis. Saat otak sebagai mesin untuk memproduksi gelombang tiada, pikiran juga berhenti. Otak adalah perangkat untuk ekspresikan diri....
oleh Marhento | Jun 1, 2015 | Ayur Hypnotherapy, Hukum, Inspirasi, Meditasi, Pengembangan Diri
Seorang master bertanya pada salah satu muridnya. “Tahukah kau bahwa mereka yang telah melakukan karma baik dalam kehidupan saat lalu sekarang bisa menikmati hidup disurga?” Sang master melanjutkan penjelasannya: Ia bisa hidup nyaman. Pelayannya manusia. Bahkan...