Keadilan

Keadilan adalah: ‘Perlakukan orang lain sebagaimana dirimu ingin diperlakukan.’ Sederhana kan? Mudah diucapkan, amat sangat sulit dilakukan. Berani berbuat berani bertanggung jawab adalah sesuatu yang jarang terjadi di dunia ini. Bukankah demikian juga perilaku hewan? Saat ia marah kemudian mengdigit, tetapi ia tidak berini datang untuk menerima hukuman. Tetapi tidak ada yang lebih tepat daripada definisi tersebut.

Bahkan banyak orang membuat definisi sebagaimana yang diinginkan. Pendek kata, cari pembenaran agar perbuatannya dibenarkan umum. Celakanya, banyak orang membenarkan tindakan tersebut. Dalam masyarakat banyak, kebenaran menurut umum dianggap sebagai moral. Sebagai contoh, dalam suatu kampung, mencuri dianggap sebagai suatu pekerjaan. Karena semua orang di kampung tersebut semuanya mencuri. Hal seperti ini dianggap sebagai suatu kewajaran.

Buku Meditasi dan Yoga Terbaik

  • Dapatkan Buku Meditasi Terbaik Untuk Pemula [Beli Buku]
  • Dapatkan Buku Yoga Terbaik Untuk Pemula [Beli Buku]
  • Dapatkan Buku Yoga Sutra Patanjali [Beli Buku]

Demikian pula bila suatu kelompok atau golongan menganggap dirinya sebagai paling benar. Di luar keyakinan golongan tersebut dianggap salah. Maka, tindakan golongan tersebut terhadap golongan lain dianggap kebenaran bagi kelompok tersebut. Bahkan walaupun ada yang tidak setuju, ketakutan dia tidak dianggap dalam kelompok tersebut merupakan suatu dukungan. Karena itu juga yang ada dalam benaknya. Hanya ia belum memiliki keberanian untuk berbuat seperti itu. Tetapi sikap diam yang dipertunjukkan merupakan dukungan tidak langsung.

 Nafsu terselubung

Ya, itulah yang sesungguhnya. Seseorang yang melakukan pembenaran untuk suatu perbuatan yang dalam anggapan golongannya benar. Misalnya, seseorang yang memiliki nafsu besar dalas berhubungan dengan lawan jenisnya. Untuk pembenaran tindakannya, ia menggunakan dalih sebagaimana panutannya. Padahal, sang panutan melakukan bukan dilandasi nafsu, tetapi atas dasar untuk memberikan perlindungan. Dan lagi perbuatan tersebut sangat kontekstual pada mazanza.

Bagi para nafsu besar, yang penting pemenuhan nafsu birahi, dalam arti yang lebih luas, ia melakukan sesuatu pembenaran bagi terpenuhinya pemuasan syahwatnya. Kata yang terselubung paling dianggap benar adalah bahwa ia bisa berlaku ail terhadap semuanya. Apakah benar?

Benarkah ia mau diperlakukan demikian bila ia berada pada posisi yang sama? Sangat tidak mungkin. So, sesungguhnya ia hanya menyelubungi nafsu sayhwatnya dengan kata-kata manis dan indah. Bila kita mau sadar bahwa keadilan ¬†adalah “Perlakukan sebagaimana dirimu ingin diperlakukan”, maka ia tidak akan berbuat sesuatu dengan kata manis ‘keadilan’. Soap yang tahu? Hanyalah dirinya sendiri….