Banyak pemahaman mengatakan bahwa ‘moksha’ adalah tujuan akhir para meditator. Namun sesungguhnya, sebagaimana disebutkan oleh Svami Anand Krishna: Moksha bukanlah akhir perjalanan meditasi. Sebaliknya, Moksha adalah awal dari perjalanan.’

Moksha berarti kebebasan, ya tujuan daripada meditasi adalah kebebasan. Bebas dari hipnosis massal. bebas mengatakan tidak pada hal yang tidak selaras dengan hukum alam semesta. Bebas berpikir di luar kotak sehingga memiliki cakrawala pandangan luas tanpa batas. Bukan kah itu kemampuan manusia?

Buku Meditasi dan Yoga Terbaik

  • Dapatkan Buku Meditasi Terbaik Untuk Pemula [Beli Buku]
  • Dapatkan Buku Yoga Terbaik Untuk Pemula [Beli Buku]
  • Dapatkan Buku Yoga Sutra Patanjali [Beli Buku]

Ketika seseorang berada di tahapan ‘Fixed Mindset‘, ia tidak bisa berkembang lagi. Ciri mereka yang pada tataran ini senantiasa mengatakan bahwa ketika diberikan tugas yang sulit, ia akan mengatakan tidak bisa. Kemauan untuk mencoba dirasakan sebagai beban. Saat sekali gagal dalam suatu usaha, ia tidak mencar jalan lain. Semangat untuk bangkit kembali tidak ada. Ciri lain yang menarik adalah bahwa mereka selalu menganggap ranking adalah segalanya. Nilai adalah patokan harga mati. Ia berorientasi pada tujuan, bukan pada proses.

Para penemu, seperti Thomas Alfa Edison adalah contoh nyata seorang yang memiliki ‘Gr0wth Mindset‘ Kita bisa belajar bagaimana seorang Thomas Alfa Edison melakukan pecobaan lampu selama lebih dari 900 kali gagal. Dan pada akhirnya berhasil. Mereka yang memiliki ‘Growth Mindset‘ berorientasi pada proses. Saat proses awal gagal, ia akan melakukan kajian untuk perbaikan produk yang gagal. Mereka tidak kenal arti kata menyerah, menafikkan rasa malu atas kegagalannya. Mungkin mereka bisa mengatakan bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.

Jika kita perhatikan, para orang yang nyaman pada ‘Fixed Mindset‘ ¬†adalah yang nyaman pada ego. Menganggap bahwa diri adalah tubuh. Sehingga mereka begitu terpenjara pada pandangan orang lain. Ketika seseorang merasa malu pada kegagalannya, ia masih pada ranah ego. Ranah kesadaran fisik.

Sebaliknya, mereka yang pada ranah kesadararan yang lebih tinggi, kesadaran jiwa, tidak terpengaruh pada rasa malu pada kegagalan. Kekuatan bangkit dari kegagalan adalah kekuatan dari Sang Jiwa. Ia sadar bahwa kehidupan atau kegagalan yang dialaminya bukan karena faktor luar, tetapi dari faktor yang ada pada dirinya sendiri. Mereka tidak mencari kesalahan pada pihak lain, tetapi banyak melihat pada ke dalam diri. Inilah ciri seorang meditator sejati: ‘Inner Journey‘. Mereka melihat bahwa dalam diri ada potensi yang besar untuk berkembang. Mereka berkembang’ ‘Growth Mindset‘. Bahkan ada yang berpendapat bahwa mereka harus move on dari keberhasilan yang dicapainya. Keberhasilan bukan langkah akhir untuk berkarya, tetapi langkah awal untuk berkembang.

Ketika seseorang sadar bahwa ‘Moksha‘ atau kebebasan adalah langkah awal untuk berkembang, ia berada pada ranah bahwa dirinya bukanlah badan. Dirinya adalah percikan Sang Maha Jiwa. Ia berkarya bukan untuk kepentingan tubuh, golongan,kelompok, atau diri sendiri. Ia berpikir pada kepentingan umum…….

Lihatlah video di bawah ini untuk ‘Growth Mindset‘: