oleh Marhento | Okt 21, 2015 | Ayur Hypnotherapy, Filsafat, Meditasi, Pengembangan Diri
Jangan panik dan jangan menghujat dulu. Baca dengan teliti dan resapi maknanya…. Bukankah jelas bahwa sabar adalah kunci utama memasuki pintu keabadian atau surga… Tiada satupun orang suci atau keyakinan tidak menganjurkan agar setiap orang bersabar....
oleh Marhento | Okt 20, 2015 | Ayur Hypnotherapy, Inspirasi, Meditasi, Pengembangan Diri, Rekomendasi Buku
Energi Ilahi atau REIKI adalah energi alam. Seorang yang melakoni reiki seharusnya hanya berperan sebagai saluran bukan penyembuh. Penempatan diri dalam hal peran ini sangat penting. Saat kita seorang pe-reiki mengaku penyembuh, saat itu ia memiliki sumber daya energi...
oleh Marhento | Okt 18, 2015 | Ayur Hypnotherapy, Filsafat, Inspirasi, Meditasi, Pengembangan Diri
“Teguh pada aparigraha atau sikap tidak memiliki, seseorang meraih sambodhah, pemahaman yang betul, tepat tentang ‘bagaimana dan apa’-nya keberadaan atau alam benda ini, termasuk tentang kelahirannya, keberadaannya.” (Yoga Sutra Patanjali II.39...
oleh Marhento | Okt 16, 2015 | Ayur Hypnotherapy, Filsafat, Meditasi, Pengembangan Diri
Saya kutip dari buku Yoga Sutra Patanjali by Anand Krishna, www.booksindonesia.com: Sutra II.40: “Dari kesadaran akan Sauca atau kesucian, kemurnian, muncullah rasa jijik terhadap badan fisiknya sendiri, yang pada hakikatnya adalah kotor dan senantiasa berubah...
oleh Marhento | Okt 15, 2015 | Ayur Hypnotherapy, Kesaksian, Meditasi, Pengembangan Diri
Lapisan ke empat disebut sebagai Vagyanmaikosha, lapisan intelegensia atau Buddhi. Upaya manusia sepanjang hidup mengubah atau mentransformasi lapisan intelektual menjadi intelegensia.Inilah tujuan utama keahiran manusia. Saat manusia bisa melakoni kehidupan selaras...
oleh Marhento | Okt 13, 2015 | Ayur Hypnotherapy, Filsafat, Inspirasi, Meditasi, Pengembangan Diri
Lapisan ke dua adalah Pranamaikosha. Sebagaimana disebutkan, lapisan ini berkaitan dengan energi. Sesungguhnya tidak langsung energi. Karena makna dari kata prana berkaitan dengan aliran kehidupan. Saat kita mengidentifikasikan diri sebagai energi, kita masih saja...