‘Setiap kita melakoni praktek-praktek yang dapat mengantar kita ke alam meditasi–energi tempat itu akan kembali pada pola asalnya. Energi di tempat itu menjadi lembut, namun dinamis. Kemudian energi yang sudah berubah pola itu tidak hanya menunjang laku spiritual, tetapi juga keseharian hidup kita.¬†

(Bhagavad Gita by Anand Krishna)

Buku Meditasi dan Yoga Terbaik

  • Dapatkan Buku Meditasi Terbaik Untuk Pemula [Beli Buku]
  • Dapatkan Buku Yoga Terbaik Untuk Pemula [Beli Buku]
  • Dapatkan Buku Yoga Sutra Patanjali [Beli Buku]



Apa yang dimaksudkan dengan ‘alam meditasi’? Ini bisa diamati saat kita duduk diam. Kemana kah arah atau pola pikiran kita. ¬†Bila pola pikiran kita hanya memikirkan masalah dunia, kita belum bisa dikatakan masuk alam meditasi. Tanda nya? Sangat mudah. Kita begitu gelisah dan pada umumnya tidak bisa bertahan duduk diam lebih dari 10 menitan.

Sebaliknya, ketika kita diam dan tidak lagi memikirkan duniawi lagi, kita bisa duduk lama. Saat itu kita sudah memasuki alam meditasi. Kegelisahan pikiran kita sebagai penghambat memasuki alam meditasi. Singkat kata tidak ada keterhubungan ke alam semesta. Saat itu terjadi, pola energi yang tervibrasi dari tubuh tidak bisa mengubah pola energi di tempat kita ber meditasi.

Pola energi suatu tempat bisa berubah dari pola asalnya sehingga tidak suci lagi. Jadi suatu tempat dikatakan suci bila pola energi nya masih belum tercemar oleh vibrasi pikiran yang tidak selaras dengan pola alaminya. Bisa juga dikatakan bahwa bila tempat tersebut sering dikunjungi oleh orang yang hanya memikirkan kenyamanan indrawi, ia tidak lagi selaras dengan sifat alam. Tempat tersebut bisa dikatakan tidak lagi suci.

Kita bisa menciptakan tempat suci di satu sudut Rumah kita dengan cara selalu melakukan praktek atau latihan yang bisa mengantar ke alam meditasi. Walaupun tempat tersebut kita anggap suci, namun ketika kita berada di tempat tersebut hanya memikirkan atau membicarakan hal-hal yang sifatnya pemujaan pada kenyamanan panca indra, dengan sendiri nya tempat tersebut berubah menjadi tidak suci. Selain itu, jika kedatangan kita bertujuan untuk memperoleh sesuatu yang hanya untuk kenyamanan indrawi, tempat tersebut sudah berubah pola energinya. Akibat yang tampak adalah pada perilaku orang tersebut setelah kunjungan dari tempat tersebut. Bila orang tersebut jadi kasar tidak lembut dan malas, berarti tempat tersebut tidak lagi suci.

Kita yang harus mengubahnya. Pola vibrasi pikiran kita. Jika bisa masuk ke alam meditasi, kita bisa mengubah kembali suatu tempat tidak suci menjadi suci.

Sebaliknya, bila pada awalnya tempat tersebut suci, kemudian menjadi tidak suci, juga karena ulah kita.